Pabrik ‘Blue Ice’ Kelas Kakap di Pidie Digulung, Sabu Senilai Rp2,16 Triliun Disita

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama tim gabungan Polri, Bea Cukai, BNNP Aceh, dan TNI memegang bungkus barang bukti sabu di depan baliho bertuliskan Joint Operation.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto (tengah) bersama jajaran tim gabungan menunjukkan barang bukti sabu hasil pengungkapan Clandestine Laboratorium jaringan internasional di Pidie, Aceh, Jumat (23/10/2026). Foto: Tangkapan Layar YouTube Bidhumas Polda Aceh

Pidie, Line1News – Tim gabungan lintas institusi dari Polri, BNN, dan Bea Cukai sukses melakukan preventive strike dengan membongkar laboratorium gelap (clandestine laboratory) produksi narkotika jenis sabu di Gampong Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Dalam operasi terpadu (joint operation) berskala masif tersebut, petugas berhasil menggagalkan peredaran gelap hampir 1,2 ton sabu dengan nilai ekonomis yang sangat fantastis.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa pabrik rumahan yang dikendalikan oleh sindikat internasional ini masuk dalam kategori kelas kakap dengan kualitas produksi komoditas blue ice terbesar di Indonesia.

“Dari total keseluruhan barang bukti narkotika yang berhasil disita oleh tim gabungan, estimasi nilai ekonomis mencapai Rp2,16 triliun,” ujar Suyudi dalam konferensi pers di Pidie, Jumat, 23 Oktober 2026.

Baca Juga: Bongkar Lab Sabu di Pidie, Kapolri Beberkan Rute Rahasia Jaringan Internasional

Suyudi, yang juga mengemban amanah sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), menegaskan bahwa keberhasilan intersep logistik haram ini menjadi pukulan telak bagi jaringan pengedar sekaligus menyelamatkan masa depan bangsa.

“Hasil penindakan ini menyelamatkan 6 juta jiwa generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika,” tuturnya tegas.

Lebih lanjut, jenderal bintang empat ini mengingatkan publik bahwa penyelundupan dan produksi narkotika massal merupakan potret nyata dari ancaman proxy war atau penjajahan gaya baru. Skema ini sengaja dirancang oleh jaringan global untuk melumpuhkan ketahanan nasional sebuah negara dari dalam.

“Indonesia bukan lagi hanya berperan sebagai pasar, tetapi juga menjadi target produksi oleh sindikat internasional,” ungkapnya memetakan pergeseran pola kejahatan tersebut.

Baca Juga: Wagub Fadhlullah Apresiasi Polri Bongkar Lab Sabu di Pidie

Sebagai penutup, ia memastikan bahwa ketegasan tim gabungan di lapangan adalah bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.

“Khususnya bagi generasi muda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Suyudi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy