Banda Aceh, Line1News — Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan investigasi internal terkait insiden bentrokan antara prajurit TNI dengan warga di Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie pada Rabu, 4 November 2026.
Mahesa mengatakan, proses investigasi masih berlangsung sehingga pihaknya belum dapat menyampaikan hasil pemeriksaan dalam waktu dekat.
“Proses sedang berjalan, saat ini kami sedang melakukan pendalaman. Tentunya kejadian ini tidak kami harapkan. Kami masih mendalami secara internal, kami akan mengadakan investigasi,” kata Mahesa dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat, 6 November 2026.
Ia menyebutkan, pihaknya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan proses pendalaman tersebut. Hasil investigasi nantinya akan disampaikan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai.
“Tentunya dalam dua hari ini kami belum bisa karena ada proses yang kami lakukan. Kalau nanti sudah ada hasilnya tentu akan kami beritahu,” ujarnya.
Baca Juga: Menko Yusril: Pemerintah Sepakat Selidiki Kasus Penembakan Warga di Tiro Pidie
Mahesa juga membenarkan bahwa saat kejadian, satuan TNI bergerak menuju Gampong Pulo Kenari dengan melibatkan 272 personel. Namun, ia menegaskan tidak seluruh personel membawa senjata.
Menurutnya, ketika itu Dandim melakukan negosiasi dengan warga untuk memberikan penjelasan terkait persoalan bendera. Namun, dalam proses tersebut terjadi aksi pelemparan batu yang disebut berasal dari berbagai arah.
“Memang benar, saat itu satuan kami bergerak ke Gampong Pulo Kenari. Di saat Dandim bernegosiasi memberi penjelasan masalah bendera, terjadi pelemparan batu dari depan, belakang, kiri, dan kanan,” jelasnya.
Mahesa mengatakan, menghadapi situasi tersebut, Dandim kemudian memerintahkan personel untuk mundur. Namun, menurut dia, warga masih melakukan pengejaran sehingga prajurit diperintahkan melepaskan tembakan peringatan menggunakan peluru hampa.
“Karena kondisi pelemparan batu dari masyarakat, Dandim memerintahkan mundur. Tapi masyarakat masih mengejar, di situlah diperintahkan menembak peringatan dengan peluru hampa,” katanya.
Terkait personel yang terlibat dalam peristiwa tersebut, Mahesa menyebutkan seluruhnya masih dikonsolidasikan di Kodim dan belum ada yang dikembalikan ke satuan masing-masing.
Sementara itu, pihaknya juga tengah memisahkan senjata yang digunakan personel saat berada di lokasi kejadian untuk kepentingan pemeriksaan.
“Jadi senjata yang dipakai saja, kami pisahkan. Kemudian tentu ada teknik-teknik untuk mencari mana senjata yang meletus saat itu atau memberi peringatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap senjata tersebut masih berlangsung. Tim internal Kodam IM juga direncanakan turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.
Mahesa berharap masyarakat di Tiro dapat memahami dan menerima kehadiran tim investigasi yang nantinya dibentuk untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.
“Mudah-mudahan masyarakat di Tiro pun memahami, mau menerima nanti di sana bahwa ini dalam rangka pendalaman yang kami lakukan dengan tim yang kami bentuk nanti,” katanya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy