Banda Aceh, Line1News — Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI, Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan alasan penundaan orasi ilmiah di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
Penundaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi di Aceh agar tetap kondusif, menyusul adanya unjuk rasa yang berlangsung di depan gedung DPRA sehari sebelumnya.
Yusril mengatakan, pemerintah berupaya menjaga situasi tetap kondusif sehingga memutuskan untuk menunda agenda penyampaian pidato tersebut.
“Rencananya akan dilakukan kegiatan penyampaian pidato di hadapan DPRA, tapi kami mempertimbangkan juga situasi supaya kondusif,” kata Yusril dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat, 6 November 2026.
Baca Juga: Orasi Ilmiah Menko Yusril di DPRA Ditunda, Sekwan: Sesuatu dan Lain Hal
Ia mengungkapkan, sejumlah masyarakat sebelumnya telah mendatangi DPRA untuk menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa. Aksi tersebut berlangsung damai.
“Alhamdulillah, memang ada kemarin beberapa rekan-rekan kita yang datang ke DPR untuk menyampaikan unjuk rasa. Tapi, Alhamdulillah, tidak ada insiden apa pun yang terjadi,” ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa Soroti Peristiwa di Tiro Pidie, Desak Aparat Tangkap Provokator
Menurut Yusril, sejumlah persoalan yang sedianya menjadi materi pidato sebenarnya telah beberapa kali dibahas bersama anggota DPRA dalam pertemuan di Jakarta.
Pembahasan terakhir berlangsung dalam rapat koordinasi bidang politik dan keamanan (Polkam), yang turut membahas sejumlah isu terkait Aceh. Di antaranya, masalah bendera Aceh, dana otonomi khusus (otsus), dan tanah Blang Padang.
“Terakhir, kita rapat Polkam membahas masalah bendera Aceh, dana otsus, tanah Blang Padang. Ketua DPR Aceh juga hadir,” jelasnya.
Yusril menegaskan, penundaan penyampaian pidato tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif di tengah dinamika yang berkembang di Aceh.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy