Panton saat mendapatkan perawatan di PLG Saree, Aceh Besar. Foto: BKSDA Aceh
Jantho – “Duka dan kesedihan mendalam menggelayut di Sabtu pagi tanggal 11 Oktober 2025 pukul 10.05 wib,” tulis Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh di akun @bksda_aceh dalam sebuah unggahan pada Senin, 13 Oktober 2025.
Caption itu menjadi pengantar unggahan video animasi tentang Panton, seekor bayi Gajah Jantan Sumatra (Elephas maximus sumatrensis), yang mati setelah setahun lebih menjalani menjalani perawatan intensif di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar.
Panton sebelumnya dievakuasi dari Desa Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, pada 21 Agustus 2024.
Dia diselamatkan tim BKSDA Aceh dan Tim Wildlife Ambulance FKH-USK berdasarkan laporan warga yang melihat bayi gajah malang itu terpisah dari induknya setelah terseret arus sungai.
Saat ditemukan usia Panton diperkirakan tiga bulan. Kala itu, kondisinya kritis.
“Bayi gajah itu diberi nama Panton sebagai pengingat tempat ia diselamatkan,” sebut BKSDA Aceh.
Kondisi Panton pada Agustus 2025 di PLG Saree, umurnya sekira 15 bulan. Foto: Tangkapan Layar Instagram @wildlifeambulance
Selama di PLG Saree, Panton selalu dimonitor tim medis dan pawang gajah. Mereka selalu memastikan perawatan dan pemberian pakan dan suplemen bayi Gajah Sumatra itu selalu terpenuhi.
Namun, sebulan terakhir kondisi kesehatan Panton mulai menurun. Di area wajah dan mulutnya terjadi pembengkakan. Kondisi ini menyebabkan Panton kesulitan untuk makan dan minum.
Tim medis dan pawang berupaya maksimal agar Panton mendapatkan asupan cairan dan nutrisi supaya kembali pulih.
“Tapi saat yang kita semua tidak inginkan tiba jua. Tubuh kecilnya akhirnya menyerah lunglai tak berdaya lagi. Tak terbayangkan rasa sedih ini, kami semua sayang Panton,” tulis BKSDA Aceh.
Setelah berjuang bertahan hidup tanpa induknya selama satu tahun satu bulan, Panton akhirnya pergi.
BKSDA Aceh meminta maaf jika terlambat menginformasikan kematian Panton. Tim medis juga disebut telah melakukan nekropsi dan pengambilan sampel organ untuk mengecek penyebab pasti kematian Panton.
“Bukan kami tidak ingin mengabarkan segera dan apalagi menutupi kabar ini. Tapi kami masih berfokus pada penanganan kematian Panton agar sesuai prosedur sebagai penghormatan kami yang terakhir kalinya untuk si bayi Gajah Panton. Selamat jalan Panton, kisahmu masih membekas dalam hati kami.”[]
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy