Aceh Utara – Dalam upaya berkelanjutan untuk menciptakan generasi Aceh Utara yang sehat dan berkualitas, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMPPKB) Aceh Utara terus mengintensifkan program intervensi sensitif. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng berbagai instansi terkait untuk memastikan pendekatan holistik dalam menekan angka stunting.
Program-program utama yang digencarkan meliputi penyuluhan Keluarga Berencana (KB), implementasi program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), dan pendampingan keluarga secara komprehensif.
Mohd. Azhar, S.E., Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DPMPPKB Kabupaten Aceh Utara, menjelaskan bahwa intervensi sensitif memegang peranan krusial dalam upaya penanggulangan stunting, mencakup sekitar 30% dari keseluruhan strategi.
“Kami menyadari bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu, kami aktif berkolaborasi dengan berbagai instansi seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perkim, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Dinas Pendidikan,” ujar Azhar kepada Line1.News pada 20 September 2025.
Lebih lanjut Azhar menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Dinas Perkim difokuskan pada peningkatan akses terhadap saranaa air bersih, rumah dan sanitasi yang layak bagi masyarakat. Hal ini mengingat sanitasi yang buruk menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting.
Sementara itu, kerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan bertujuan untuk memastikan di tempat sasaran itu memiliki hasil ketahanan pangan seperti ikan dan bahan pangan hewani di kalangan keluarga berisiko stunting melalui program-program perikanan yang berkelanjutan.
Sedangkan Dinas Pendidikan juga turut berperan aktif dengan memberikan edukasi mengenai gizi seimbang dan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah.
Menurut Azhar, dengan adanya sinergi antara intervensi sensitif yang diinisiasi oleh DPMPPKB dan intervensi spesifik yang dilakukan Dinas Kesehatan, seperti pemberian makanan tambahan (PMT) dan suplementasi gizi, diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam menurunkan prevalensi stunting di Aceh Utara.
“Tentunya dengan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai sektor, DPMPPKB Aceh Utara optimis dapat mencapai target penurunan stunting yang telah ditetapkan nasional yakni sekitar 14 persen,” pungkasnya.[](*)


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy