Jantho, Line1News – Langkah konkret memperkuat fondasi pangan terus dipacu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar. Melalui sinergi dengan Kementerian Pertanian RI, Pemkab menyalurkan puluhan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) modern kepada kelompok tani, Jumat, 12 Juni 2026.
Penyerahan bantuan bersumber dari APBN Tahun 2026 ini berpusat di Gudang Pertanian, Lambaro Samahani, Kecamatan Kuta Malaka. Agenda strategis tersebut dihadiri jajaran Dinas Pertanian Aceh Besar, tokoh tani, serta perwakilan penerima manfaat.
Modernisasi Lahan dan Efisiensi Panen
Hadir mewakili Bupati Aceh Besar Muharram Idris (Syech Muharram), Asisten II Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M. Ali, menegaskan bahwa sektor pertanian adalah pilar utama stabilitas ekonomi warga.
Menurut M. Ali, mekanisasi pertanian lewat alsintan merupakan jawaban nyata atas tantangan krusial di lapangan, mulai dari kendala irigasi hingga efisiensi waktu pengolahan lahan.
“Penyerahan alsintan ini wujud nyata komitmen pemerintah mendukung, mengawal, dan memfasilitasi kebutuhan petani. Kita ingin proses budidaya berjalan lebih cepat, efektif, dan hasil panen melimpah,” ujar M. Ali, dikutip dari rilis Pemkab Aceh Besar pada Sabtu (13/6).
Rincian Bantuan yang Disalurkan
Total ada 40 unit alsintan yang didistribusikan kepada kelompok tani kali ini, meliputi:
* Pompa Air: Kapasitas 3 inci, 4 inci, dan 6 inci (solusi pengairan sawah).
* Traktor Roda Dua: Tipe rotary (quick amberjack) untuk optimalisasi olah tanah.
Warning Keras: Bantuan Milik Bersama, Dilarang Dikuasai Pribadi!
Pemkab Aceh Besar memberikan peringatan tegas terkait pemanfaatan fasilitas negara ini. Bantuan tersebut berstatus aset kelompok, bukan perorangan.
* Dilarang keras dikuasai secara individu.
* Dilarang keras dipindahtangankan atau diperjualbelikan kepada pihak lain.
* Wajib digunakan secara bergilir demi asas keadilan seluruh anggota kelompok.
Untuk mengawal regulasi ini, Dinas Pertanian Aceh Besar akan menerjunkan tim untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) berkala di lapangan.
Komitmen Jaga Status Lumbung Pangan Aceh
Plt. Kadis Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, meminta para petani disiplin dalam melakukan perawatan mesin agar usia pakai alat bisa bertahan lama.
“Sesuai amanah pimpinan, pergunakan alat ini secara adil dan rawat dengan baik. Ini adalah aset bersama yang sangat berharga,” tutur Imam.
Imam optimistis, intervensi teknologi ini mampu mengunci posisi Aceh Besar sebagai salah satu lumbung pangan utama sekaligus daerah penyangga pangan strategis di Provinsi Aceh.
“Pemerintah akan terus hadir mendampingi petani menghadapi berbagai tantangan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian yang berkelanjutan,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy