Banda Aceh, Line1News – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menyatakan terus melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait ledakan yang terjadi di Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 yang terjadi pada 12 Juni 2026 lalu.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) yang akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan penyebab pasti insiden tersebut sekaligus arah penyidikan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengatakan sejak penanganan perkara dimulai, penyidik telah melakukan serangkaian langkah penyidikan, termasuk berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik untuk pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Tim penyidik telah berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan tersebut sangat penting karena akan menjadi salah satu dasar dalam mengungkap penyebab ledakan sekaligus menentukan arah penyidikan,” kata Joko dalam keterangannya, Sabtu, 4 Juli 2026.
Baca Juga: Korban Meninggal Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Menjadi 3 Orang
Selain pemeriksaan forensik, penyidik juga telah memeriksa 12 orang saksi terdiri atas petugas PT ASDP Indonesia Ferry, pihak sekolah sebagai korban, serta saksi-saksi lain yang mengetahui peristiwa tersebut. Pemeriksaan tersebut untuk melengkapi alat bukti dan memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi kejadian.
Joko menjelaskan, hingga saat ini hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik belum diterima oleh penyidik. Karena itu, proses penyidikan masih difokuskan pada pendalaman terhadap seluruh kemungkinan penyebab ledakan, termasuk menelusuri ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun unsur pidana lainnya berdasarkan fakta dan alat bukti yang telah diperoleh.
Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Ledakan di KMP Aceh Hebat 2
Sementara itu, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan status quo telah selesai dilaksanakan. Sejalan dengan itu, garis polisi (police line) juga telah dicabut dan kapal diserahkan kembali kepada PT ASDP Indonesia Ferry untuk dilakukan pemeriksaan teknis serta perbaikan apabila diperlukan.
Menurut Joko, langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan bahwa KMP Aceh Hebat 2 merupakan salah satu sarana transportasi laut yang memiliki peran penting dalam melayani mobilitas masyarakat pada lintasan Banda Aceh–Sabang.
“Penyidik akan terus bekerja secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti. Perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan kepada masyarakat setelah hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik diterima dan dianalisis sebagai bagian dari proses penyidikan,” ujarnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy