Umumkan Pengurus, Bos Danantara Buka Suara Soal IHSG & Saham BUMN yang Tertekan

Petinggi Danantara
(Dari kiri ke kanan) Chief Operating Officer (COO) Bidang Operasional Danantara Dony Oskaria, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani, dan COO Investasi Pandu Patria Sjahrir usai peluncuran Danantara di halaman tengah Istana Merdeka, Senin (24/2/2025). Foto: Bisnis.com

Jakarta – Tiga petinggi utama Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) buka suara terkait kinerja saham emiten BUMN dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan dalam beberapa waktu terakhir.

Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir mengungkapkan pengumuman nama-nama pengurus Danantara hari ini dapat menjadi jawaban atas kekhawatiran investor yang terjadi beberapa waktu ke belakang.

Keponakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan itu mengeklaim, seluruh pengurus Danantara merupakan profesional terbaik di bidangnya baik di skala nasional hingga global, sehingga masyarakat dan investor tidak perlu khawatir.

“Lalu concern lain untuk hal berbau makro, kita aware, itu [pengurus Danantara] banyak orang di makro, dimana macro risk dan geopolitical risk makin besar,” ujar Pandu di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Senin, 24 Maret 2025, dilansir dari CNBC Indonesia.

Baca juga: Susunan Pengurus Danantara, Dari Ponakan Luhut hingga Jokowi

Pandu berdalih secara global kondisi pasar modal memang bergejolak dan tidak spesifik hanya terjadi di Indonesia. “Thailand buruk, Turki buruk, lalu Nasdaq di AS buruk, itu banyak tentang tantangan makroekonomi,” tudingnya.

Terkait filosofi investasi, ia mengatakan Danantara bakal jadi agent of economic growth, karena menurutnya job creation sangat penting. Sehingga dengan manajemen risiko yang baik, Danatara bisa menjadi long term investor. “Fokus return kita ini long term, berbeda dengan private equity yang menjual, kita happy own the market.”

Chief Operational Officer (COO) Danatara Dony Oskaria menyebut secara fundamental perusahaan BUMN secara luas memiliki kinerja bagus.

Baca juga: Prabowo Luncurkan BPI Danantara, Apa Itu?

“Tugas kita bangun fundamental baik, ada sentimen yang berlaku global di Indonesia, fundamental perusahaan bagus, diharapkan dengan masuknya perusahaan BUMN ke Danantara kita akan jauh lebih transparan, goverrnance baik, business model review, semoga market respons positif.”

Sementara CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut Danantara akan mendiversifikasi portofolio bisnis di beberapa bidang. “Tapi diversifikasi ini kita punya komite berlapis sehingga investasi yang kita lakukan sesuai dengan parameter yang kami siapkan dan jadi acuan kami berinvestasi ke depannya.”

Umumkan Struktur Lengkap

Diketahui, Rosan mengumumkan struktur kepengurusan lengkap Danantara hari ini. Di jajaran dewan pengawas ada nama Menteri BUMN Erick Thohir yang juga ketua Umum PSSI.

Lalu ada Muliaman Darmansyah Haddad, eks deputi gubernur Bank Indonesia dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan. Muliaman juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Swiss merangkap Liechtenstein dari 2018 hingga 2023.

Sementara di dewan pengarah ada Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Lalu di jajaran dewan penasihat ada nama seperti Thaksin Shinawatra, eks Perdana Menteri Thailand.

Rosan menyebutkan, nama-nama pengurus yang diumumkan akan terus berkembang. “Kami akan terus meng-update nama- nama baru yang menjadi bagian dari Danantara,” ujarnya dilansir dari Antara.

Susunan Lengkap Pengurus BPI Danantara

Dewan Pengawas: Erick Thohir, Muliaman Haddad, dan Jajaran Kementerian yang ditunjuk Presiden

Dewan Pengarah: Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo

Dewan Penasihat​​​​​​: Ray Dalio, Helman Sitohang, Jeffrey Sachs, Chapman Taylor, dan​​​​​​​ Thaksin Shinawatra

Komite Pengawasan dan Akuntabilitas: Ketua PPATK, Ketua KPK​​​​​​​, BPKP​​​​​​​, BPK, Kapolri, dan Jaksa Agung​​​​​​​

Board of Danantara Indonesia: CEO Rosan Perkasa ​​​Roeslani​​​​​​​, CIO Pandu Sjahrir​​​​​​​, dan COO Dony Oskaria​​​​​​​

Managing Director

Managing Director Legal: Robertus Billitea​​​​​​​
Managing Director Risk and Sustainability: Lieng-Seng Wee​​​​​​​
Managing Director Finance: Arief Budiman​​​​​​​
Managing Director Treasury: Ali Setiawan​​​​​​​
Managing Director Global Relations and Governance: Mohamad Al-Arief​​​​​​​
Managing Director Stakeholders Management: Rohan Hafas ​​​​​​​
Managing Director Internal Audit: Ahmad Hidayat​​​​​​​
Managing Director Human Resources: Sanjay Bharwani​​​​​​​
Managing Director/Chief Economist: Reza Yamora Siregar​​​​​​​
Managing Director Head Of Office: Ivy Santoso​​​​​​​​​​​​​​
Komite Manajemen Risiko: John Prasetio​​​​​​​
Komite Investasi dan Portofolio: Yup Kim
​​​​​​​
​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​Holding Operasional di bawah COO

Managing Director: Agus Dwi Handaya ​​​​​​​
Managing Director: Febriany Eddy​​​​​​​
Managing Director: Riko Banardi​​​​​​​

Holding Investasi di bawah CIO

Managing Director Finance: Djamal Attamimi​​​​​​​
Managing Director Legal: Bono Daru Adji​​​​​​​
Managing Director Investment: Stefanus Ade Hadiwidjaja​​​​​​​​​​​​​​.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy