Semarang – Video Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo dan Pj Gubernur Jawa Tengah Komjen (Purn) Nana Sudjana, yang terkesan tidak mau bersalaman dengan Andika Perkasa, viral di media sosial.
Momen itu berlangsung usai acara pengambilan nomor urut calon di gedung KPU Jawa Tengah, Senin, 23 September 2024. Saat itu, calon gubernur Andika berpapasan dengan Ribut dan Nana di atas panggung. Dia menyodorkan tangan untuk bersalaman tapi tidak ditanggapi oleh kedua pejabat tersebut.
Video potongan kejadian itu sontak memantik kemarahan pendukung Andika dan partai pengusung di Pilkada Jateng, PDIP.
“Upaya untuk merendahkan Pak Andika,” ujar Politikus PDIP Guntur Romli dikutip dari Tempo.co, Sabtu, 28 September 2024.
Guntur mengatakan perilaku kedua pejabat publik Jateng itu hal fatal dalam tata krama Jawa. Ia pun menyerahkan kepada warga Jawa Tengah untuk menilai perbuatan tersebut.
Ia menambahkan, perbuatan tersebut bisa berujung pada penangguhan jabatan. “Kalau pemerintah sadar, harusnya Pj Jateng & Kapolda Jateng dicopot dari jabatannya,” kata Guntur.
Bersamaan dengan itu, Guntur juga menyampaikan dugaannya bahwa sikap enggan membalas salaman itu disebabkan karena Kapolda dan Pj Gubernur Jateng memiliki hubungan dengan cagub Jateng yang menjadi lawan Andika Perkasa, yakni Ahmad Luthfi.
“Isu yang muncul kan Pj gubernur Jateng dan Kapolda Jateng ini kan satu kelompok dengan cagub Ahmad Luthfi,” kata Guntur.
Terkait dengan kejadian yang terekam dalam video yang diunggah oleh akun media sosial TikTok itu, Guntur mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima sinyal komunikasi dari Kapolda dan Pj Gubernur itu perihal kejadian yang terjadi. “Setahu saya belum ada.”
Sementara itu, beredar pesan di grup-grup WhatsApp yang dikirimkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengah. Pesan itu ditujukan kepada pejabat utama Polda Jateng dan Kapolres/ta/tabes jajaran Polda Jateng.
Dalam pesan perintah itu, Polda Jateng meminta agar para jajaran wajib berkomentar dengan narasi yang positif dan natural.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengonfirmasi bahwa pesan itu untuk memberikan komentar dengan narasi positif terhadap video balasan itu. “Saya selaku Kabid Humas mempunyai kewajiban moral untuk meluruskan berita hoaks yang terjadi.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy