Lhoksukon – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Wamendiktisaintek Stella Christie mengatakan Sekolah Garuda bukanlah gagasan baru tetapi telah dirintis sejak 1990-an dan kini diwujudkan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Sekolah Garuda.
“Sekolah Garuda bukanlah sekolah elit, melainkan wadah untuk menciptakan kesempatan yang merata. Presiden ingin agar putra-putri terbaik bangsa, termasuk dari keluarga prasejahtera dan daerah terpencil, memiliki akses pendidikan unggul,” ujar Stella saat meninjau lokasi lahan Sekolah Garuda di Buket Seuntang, Aceh Utara, Kamis, 18 September 2025, dikutip dari Laman Kemendiktisaintek.
Hingga 2029, tambah dia, pemerintah hanya akan membangun 20 Sekolah Garuda di luar Jawa sebagai komitmen pemerataan.
“Jika Aceh Utara terpilih, sekolah ini akan istimewa karena muridnya berasal dari seluruh Indonesia,” tambah Stella.
Konsep Sekolah Garuda, kata dia, berdiri di atas tiga pilar utama. Pertama, pemerataan akses yang memastikan talenta terbaik bangsa mendapatkan kesempatan yang sama.
Kedua, fungsi sebagai inkubator pemimpin bangsa dengan pembentukan karakter kepemimpinan berwawasan global dan berkepekaan lokal, diwujudkan melalui sistem sekolah berasrama.
Ketiga, menekankan prestasi akademik sekaligus pengabdian masyarakat, sehingga siswa tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga membumi dengan lingkungan sekitarnya.
“Targetnya jelas, siswa-siswi Sekolah Garuda mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia. Negara bahkan menyiapkan beasiswa penuh bagi 80 persen siswa selama menempuh pendidikan di SMA hingga kuliah di universitas terbaik dunia baik di dalam dan luar negeri seperti Harvard, Oxford, Cambridge, hingga Tsinghua University,” ungkapnya.
Stella juga menyoroti dampak ekonomi dan sosial dari hadirnya Sekolah Garuda. Kehadiran sekolah berasrama berskala nasional ini, kata dia, bakal mendorong pertumbuhan ekonomi lokal karena kebutuhan logistik, akomodasi, serta kunjungan orang tua siswa dari berbagai daerah.
Fasilitas sekolah juga dirancang terbuka bagi masyarakat sekitar, seperti perpustakaan dan sarana olahraga, sementara tenaga kerja lokal akan diutamakan untuk mendukung operasional sekolah.
Menanggapi rencana itu, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayahwa menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah. Ia menjelaskan Aceh Utara memiliki lokasi strategis, infrastruktur memadai, serta lahan seluas 21 hektare yang siap dialokasikan untuk pembangunan Sekolah Garuda.
“Aceh Utara memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban dan kontribusi besar bagi bangsa, mulai dari kerajaan Samudera Pasai hingga peran penting dalam perjuangan kemerdekaan. Kini, dengan hadirnya Sekolah Garuda, kami melihat kesinambungan sejarah itu,” ujarnya.
Lokasi pembangunan Sekolah Garuda, tambah Ayahwa, berada sangat dekat dengan fasilitas umum penting, mulai dari rumah sakit, kantor pemerintahan, hingga bandara. Dia meyakini hal ini akan menunjang keberadaan sekolah yang kelak menjadi pusat pendidikan unggul berskala nasional.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy