Banda Aceh – Sebanyak 1.193 warga lanjut usia mengikuti Wisuda Lansia Standar 1 (S1), di Gedung ACC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu, 24 Desember 2025. Ribuan lansia ini peserta dari 53 Sekolah Lansia di Kabupaten Aceh Besar.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, mengatakan Sekolah Lansia salah satu strategi nyata dari program Sidaya atau lanjut usia berdaya.
“Wisuda hari ini bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari fase baru kehidupan lansia yang lebih sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat,” kata Safrina.
Safrina menjelaskan program Sidaya ini mengubah pandangan lansia dari beban menjadi aset, meningkatkan kualitas lansia yang sehat secara fisik, material, dan spiritual.
“Ini wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa para lansia tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Safrina menuturkan Indonesia tengah memasuki era penuaan penduduk, jumlah lansia terus meningkat. Kondisi ini, kata dia, harus disikapi sebagai peluang, bukan beban.
Oleh karena itu, Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen menghadirkan program yang memastikan lansia tetap berdaya, yakni lansia yang sehat secara fisik, tangguh secara mental, aktif secara sosial, serta tetap produktif sesuai potensi dan kearifan lokal.
Safrina menyebut para wisudawan tersebut telah menuntaskan sebanyak 12 kali pembelajaran dengan menggunakan kurikulum tujuh dimensi lansia tangguh, yang meliputi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial, vokasional, dan lingkungan.
Dia berharap para wisudawan dapat terus bersemangat untuk melanjutkan ke jenjang Standar 2 (S2) sampai Standar 3 (S3). Para lansia juga diharap siap menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Wisudawan tertua bernama H. Abdul Majid, usia 90 tahun, berasal dari Sekolah Lansia Bahagia, Gampong Cot, Kecamatan Darussalam,” pungkas Safrina.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy