Meulaboh – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aceh Barat kian meluas. Selama empat hari berturut-turut hingga Rabu, 12 Februari 2025, total area terdampak mencapai 9,5 hektare.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Barat, T Ronal Nehdiasyah, mengatakan kebakaran telah teridentifikasi di Desa Blang Beurandang hingga Desa Leuhan dengan total dampak 9,5 hektare.
“Saat ini ada tiga titik kebakaran, pertama di Darul Huda Kecamatan Woyla yang sudah tertangani, kedua di Gampa dekat permukiman yang juga berhasil dikendalikan, dan ketiga di Blang Beurandang serta Leuhan yang masih dalam penanganan,” ujarnya dilansir dari RRI, Kamis, 13 Februari 2025.
Ia juga menyebutkan adanya titik api baru di desa Alue Penyareng dekat Kampus Universitas Teuku Umar (UTU), namun api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan.
Kendala utama penanganan karhutla, kata Ronal, jauhnya titik api dari sumber air yang tersedia, sehingga pemadaman menjadi lebih sulit.
“Saat ini kami berada di lokasi dengan sumber air yang cukup, tetapi titik api berjarak sekitar 700 meter, sedangkan selang yang tersedia hanya 300 meter,” ujarnya.
Karena itu, kata Ronal, pemadaman difokuskan pada wilayah pinggiran dengan sistem penyekatan sesuai ketersediaan selang.
Selain luasnya lahan yang terbakar, angin kencang juga mempercepat penyebaran api, membuat penanganan membutuhkan waktu lebih lama. Akibat kebakaran itu, kabut asap menyelimuti langit Aceh Barat dan menyebabkan pencemaran udara yang semakin mengkhawatirkan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy