Jantho – Semilir angin langsung menyambut saat tiba di sebuah kedai sederhana di tepi sungai. Suara burung terdengar bersahut-sahutan dari balik pepohonan. Sementara mata dimanjakan hamparan air hijau kebiruan yang tenang, dikelilingi rimbunnya pohon bakau dan kelapa.
Pemandangan itu terekam di Gampong Naga Umbang, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar; sebuah desa wisata yang kini semakin ramai dikunjungi wisatawan.
Dulu, daya tarik utama Naga Umbang berupa panorama tebing-tebing karst yang menjulang dan bisa dinikmati sambil menyusuri sungai. Kini, daya tariknya kian bertambah satu, setelah sebuah menu sederhana viral di media sosial: jus nipah.
“Ramai yang datang ke sini katanya karena jus nipah. Katanya viral videonya di TikTok,” ujar Lisna, penjaga kedai tepi sungai yang kini tak pernah sepi pengunjung, Jumat, 18 April 2025. Ia mengaku bersyukur, karena setelah viral, kedainya menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang singgah ke Naga Umbang.
Jus nipah tersebut diracik dari daging buah nipah (Nypa fruticans), sejenis palem yang tumbuh subur di tepian sungai kawasan Naga Umbang. Saat menyesap minuman ini, sensasi yang hadir berupa rasa manis buah nipah yang wujudnya mirip daging kelapa. Ditambah potongan lemon di dalamnya serasa membuat bibir “bergetar”: menyegarkan.
“Semua pesan jus nipah, duduk sambil foto-foto dan menikmati angin sepoi-sepoi,” lanjut Lisna. Dia benar, jus nipah ini sangat cocok dinikmati sembari berleha-leha di tepi sungai Naga Umbang yang airnya hijau tosca itu, dan melihat pemandangan alam yang sangat menenangkan.

Via, wisatawan lokal, mengaku rela menempuh perjalanan sekira 40 menit dari pusat Kota Banda Aceh demi mencicipi langsung jus nipah yang ramai dibicarakan warganet itu.
“Walaupun [lokasinya] agak jauh, tapi cukup puas. Jus nipahnya enak, segar. Suasananya bikin nyaman, apalagi sore-sore seperti ini, santai banget. Bisa ngilangin stres karena kerjaan,” ujar Via yang berprofesi sebagai guru.
Selain menikmati minuman dan pemandangan, pengunjung juga bisa menyaksikan beberapa kera putih ekor panjang yang sesekali muncul di pepohonan sekitar kedai. Tak jarang pula perahu naga yang membawa wisatawan melintas di depan kedai, setelah menyusuri rute dari muara pantai Lhoknga melewati aliran sungai di balik tebing karst.
Lisna tak hanya menyediakan jus nipah. Kedainya juga menyajikan kelapa muda serta kudapan ringan seperti kerupuk dan mi instan, yang menjadi pelengkap suasana santai para pengunjung.
Mengakses Naga Umbang mudah saja. Dari Banda Aceh berkendaralah ke Lhoknga. Setibanya di Pos TNI Lhoknga atau tepat di depan Pulau Kapuk, lihat belokan ke kiri. Masuk saja ikuti jalan tersebut hingga tampak hamparan sawah dan pegunungan hijau serta sungai dengan warung Lisna di pinggirnya. Di situlah destinasi wisata Naga Umbang.
Fenomena viralnya jus nipah membawa dampak positif bagi masyarakat setempat. Selain meningkatkan kunjungan wisata, hal ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Naga Umbang kini menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lokal bisa berkembang melalui kekuatan promosi digital dan daya tarik alam yang autentik.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy