Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyebut sebanyak 22 ribu mahasiswa dari Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
“Dalam catatan terakhir itu ada sekitar 22 ribu mahasiswa yang terdampak bencana ini,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, di Padang, Sabtu, 13 Desember 2025, dilansir Republika pada Minggu (14/12).
Khairul Munadi menyampaikan itu di sela-sela penyerahan bantuan dari Kemendiktisaintek kepada mahasiswa Universitas Andalas (Unand), yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor.
Khairul menjelaskan 22 ribu siswa yang terdampak itu dalam tahap atau kondisi yang bervariatif. Ada yang terkena langsung, kerusakan tempat tinggal hingga orang tuanya ikut menjadi korban bencana.
“Adik-adik siswa yang mengalami langsung bencana ini, seperti orang tua yang ikut terdampak akan berdampak pula pada pembiayaan pendidikan mereka,” ujar Khairul.
Khairul menyebut data tersebut belum bisa dikatakan valid karena saat ini beberapa perguruan tinggi di daerah terdampak bencana masih terus memperbaharui data. Pada saat yang sama sejumlah mahasiswa juga sudah menetap kembali di rumah masing-masing.
Dia memastikan Kemendiktisaintek akan terus hadir dan mengawal pendataan tersebut untuk memastikan setiap korban banjir bandang dan tanah longsor, khususnya mahasiswa, mendapatkan bantuan sesuai skala prioritas yang ditetapkan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy