Lhoksukon – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir atau Kak Na menyambangi Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pada Selasa, 16 Desember 2025, untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat.
Tiba di lokasi menjelang senja, begitu ia turun dari truk, seorang ibu mendekat dan menanyakan apakah istri Gubernur Aceh itu membawa tikar.
“Kak, na neuba tika si on? Neubi,” ujar seorang ibu dilihat di Instagram @marlinaausman, Rabu, 17 Desember 2025.
“Kamoe nyoe hana tika, kop perlei. Sebab tika kabeh diba le ie,” timpal ibu lainnya.
Baca juga: Bawa Bantuan ke Posko Utama Bireuen, Ini Kata Kak Na
Kak Na kemudian menyuruh timnya membagi-bagikan tikar yang terbalut plastik.
Setelah mendapatkan tikar, ibu-ibu Buket Linteung tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Kak Na kemudian membagikan biskuit kepada anak-anak.
Para warga Buket Linteung menceritakan saat banjir datang mereka berada di rumah masing-masing. Lalu setelah melihat air perlahan makin tinggi, warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Baca juga: Di Bawah Deru Baling-Baling Caracal, Kak Na: Terus Bergerak Sekuat Tenaga!
Air yang datang sangat deras menyapu rumah-rumah warga. Jika pun rumah mereka sanggup bertahan, namun sudah tak utuh lagi. Buket Linteung sendiri menjadi lokasi rawan banjir.
“Awalnya tim sempat melarang saya ke sini, karena jauh dan risiko jika terjadi hujan dan banjir susulan. Tapi saya tetap bersikeras ke sini, karena biasanya, semakin jauh maka semakin kurang terperhatikan. Saat tiba di sini, kita tahu kondisi posko dan apa saja kebutuhan mendesak di posko,” ungkap Kak Na dikutip dari Laman Pemerintah Aceh.
Usai menyalurkan bantuan, Kak Na menyarankan petugas posko membuat daftar kebutuhan mendesak untuk diajukan ke posko utama.
“Ini penting agar bantuan yang disalurkan tepat dan benar-benar kebutuhan mendesak dan menghindari penumpukan kebutuhan yang tidak dibutuhkan,” ujarnya.
Baca juga: Forkompas Geureudong Pase Peduli Bencana Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Langkahan
Saat itu, kata Kak Na, warga di sana membutuhkan tenda untuk tempat bernaung termasuk kelambu dan selimut.
Dia meminta para petugas di posko utama bergerak cepat memenuhi kebutuhan pengungsi.
“Kita sudah memasuki minggu ketiga pascabencana. Masyarakat kita tentu sudah semakin kurang baik kondisi kesehatannya. Setiap mengantar kebutuhan logistik ke posko gampong, petugas posko utama juga harus membuat daftar kebutuhan mendesak dan segera disalurkan.”
Dari Buket Linteung, Kak Na dan timnya kemudian bergerak ke Gampong Rumoh Rayeuk, juga di Langkahan. Mereka tiba bakda Magrib.
Baca juga: BEM Unimal Terobos Lumpur Perkebunan Sawit Antar Bantuan untuk Korban Banjir Langkahan
Di sana, Kak Na melihat anak-anak di posko pengungsian tetap menggelar pengajian bersama, meski di lokasi yang kurang nyaman.
“Semangat mereka untuk belajar ilmu agama sangat tinggi. Meski di posko pengungsian dan suasana gelap gulita dan hanya menggunakan penerangan seadanya, anak-anak tetap mengaji bersama, luar biasa.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy