Redelong – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menerbitkan peta zona rekomendasi rawan bencana Gunung Bur Ni Telong di Bener Meriah, Rabu, 31 Desember 2025.
Dilihat di Laman VSI, peta tersebut mengelompokkan area sekitar Bur Ni Telong ke dalam beberapa tingkatan kawasan rawan bencana berdasarkan warna berbeda: merah, merah mudah, dan kuning.
Kawasan rawan bencana III ditandai dengan warna merah dan radiusnya tiga kilometer. Kawasan ini sangat berpotensi terlanda aliran awan panas, lava, dan gas beracun. Selain itu, hujan abu lebat dan lontaran batu pijar.
Baca juga: Gunung Bur Ni Telong Naik Status Jadi Level III Siaga
Sementara kawasan rawan bencana II ditandai warna merah muda dengan radius lima kilometer. Kawasan ini berpotensi terlanda aliran awan panas, lava, dan lahar. Selain itu, hujan abu lebat dan kemungkinan dapat terkena lontaran batu pijar.
PVMBG juga menandai area di radius empat kilometer mencakup wilayah puncak dan lereng terdekat sebagai wilayah tidak boleh ada kegiatan manusia.

Terakhir, kawasan rawan bencana I ditandai warna kuning dengan radius delapan kilometer. Kawasan ini berpotensi aliran lahar, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.
Baca juga: Gempa di Bener Meriah Tipe Tektonik, Gunung Burni Telong Terpantau Aman
Diketahui, PVMBG sebelumnya menaikkan status aktivitas Gunungapi Bur Ni Telong dari level II (waspada) menjadi level III (siaga). Peningkatan status berlaku sejak Selasa, 30 Desember 2025, pukul 22.45 waktu Aceh.
Kenaikan itu dipicu serangkaian gempa dan peningkatan kegempaan vulkanik yang signifikan. Pada Selasa malam, antara pukul 20.43 hingga 22.45, terekam tujuh kali gempa terasa. Lokasi gempa ini berdekatan, yaitu sekitar 5 kilometer sebelah barat daya puncak Gunung Bur Ni Telong.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy