Hiburan

Gemparkan Cannes! Film Kontroversial Soal Korupsi di Rusia Ini Dapat Tepuk Tangan 8 Menit

Adegan dalam film kontroversial Minotaur
Salah satu adegan intens dalam film kontroversial "Minotaur" garapan sutradara Andrey Zvyagintsev yang sukses mengguncang Festival Film Cannes. Film ini menyoroti potret kelam korupsi dan perselingkuhan di era Putin. Foto: MK2 Films

Paris, Line1News — Film “Minotaur” sukses mengguncang panggung Festival Film Cannes pada Selasa, 19 Mei 2026, waktu setempat setelah mendapatkan sambutan luar biasa berupa standing ovation selama delapan menit. Karya sinematik yang menyajikan kritik super tajam terhadap korupsi di era pemerintahan Vladimir Putin ini berhasil memukau penonton di Lumière Theatre.

Melansir Variety, film ini menjadi momen kembalinya sutradara peraih nominasi Oscar, Andrey Zvyagintsev, ke festival bergengsi tersebut. Sebelumnya, ia dikenal lewat karya-karya hebat seperti The Banishment, Leviathan, dan Loveless.

Suasana haru menyelimuti auditorium saat tepuk tangan riuh terus bergemuruh. Zvyagintsev tampak berkaca-kaca didampingi oleh dua aktor utamanya, Dmitriy Mazurov dan Iris Lebedeva, serta aktor remaja Boris Kudrin.

“Saya sangat berterima kasih kepada Anda semua, penonton di teater Lumière, yang telah menyambut kami dengan begitu hangat dan memberi kami kesempatan untuk membuat serta membagikan film ini kepada Anda,” ujar Zvyagintsev penuh emosional.

Sinopsis & Konflik yang Menegangkan

“Minotaur” berfokus pada kisah Gleb (Dmitriy Mazurov), seorang pengusaha sukses yang berjuang keras mempertahankan bisnisnya di tengah tekanan berat dari otoritas Rusia. Pemerintah terus mendesaknya untuk menyerahkan daftar karyawan agar bisa dikirim ke garis depan perang Rusia-Ukraina.

Ketegangan makin memuncak karena di saat yang sama, istrinya, Galina (Iris Lebedeva), terlibat dalam perselingkuhan panas yang mengancam kehancuran rumah tangga mereka. Terinspirasi dari film klasik Claude Chabrol, La femme infidèle, film ini terpaksa melakukan proses syuting di Latvia yang disulap menyerupai Rusia demi menghindari risiko politik akibat kritiknya yang frontal terhadap rezim Putin.

Bangkit dari Koma dan Ogah Pulang ke Rusia

Karya ini menjadi sebuah keajaiban pribadi bagi Zvyagintsev setelah absen hampir satu dekade akibat sempat mengalami kondisi medis kritis yang nyaris merenggut nyawanya.

“Saya menghabiskan hampir satu tahun di sebuah klinik di Jerman. Setelah koma selama 40 hari, saya bahkan tidak bisa berdiri,” kenangnya. “Setelah keluar, saya pindah ke Prancis dan memutuskan menetap di sini. Saya sama sekali tidak memiliki keinginan, minat, maupun niat untuk tinggal di negara yang sedang berperang dengan tetangganya.”

Melihat antusiasme luar biasa di Cannes, “Minotaur” kini dijagokan sebagai kandidat kuat untuk memboyong penghargaan tertinggi Palme d’Or. Film ini siap bersaing ketat dengan karya-karya hebat lainnya seperti Fatherland milik Paweł Pawlikowski, Fjord karya Cristian Mungiu, serta All of a Sudden dari Ryusuke Hamaguchi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy