Willemstad, Line1News – Kisah dongeng sepak bola menjelma nyata di Piala Dunia 2026. Curaçao, sebuah pulau mungil di Karibia, resmi mengumumkan 26 pemain yang akan menjadi pahlawan mereka dalam debut bersejarah di turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.
Dilansir dari BBC Sport dan Curaçao Chronicle, 20 Mei 2026, negara dengan populasi hanya sekitar 150 ribu jiwa dan luas wilayah 171 mil persegi ini mencatatkan rekor sebagai negara terkecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia.
Kejutan tidak berhenti di situ. Di kursi kepelatihan, sosok pelatih kawakan Dick Advocaat kembali membuat keputusan mengejutkan dengan kembali memimpin tim. Sempat mundur pada Februari lalu, taktik genius pria asal Belanda berusia 78 tahun ini akan kembali diandalkan. Kehadirannya di pinggir lapangan otomatis memecahkan rekor sebagai pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia, melampaui rekor Otto Rehhagel (71 tahun) pada edisi 2010 silam.
Laga Pemanasan dan Perpisahan Emosional
Federasi Sepak Bola Curaçao (FFK) mengumumkan bahwa persiapan matang telah dijadwalkan sebelum mereka terbang ke Amerika Serikat. Skuad asuhan Advocaat akan menantang Skotlandia di Glasgow pada 30 Mei 2026. Setelah itu, mereka akan kembali ke rumah untuk melakoni laga derbi Karibia melawan Aruba pada 6 Juni 2026 di Stadion Ergilio Hato. Laga kontra Aruba ini akan menjadi momen perpisahan emosional bagi para suporter lokal sebelum tim kesayangan mereka berangkat menjemput impian Piala Dunia.
Di babak fase grup nanti, Curaçao yang tergabung dalam Grup E harus langsung menghadapi ujian berat! Mereka dijadwalkan menantang raksasa Jerman pada 14 Juni, disusul Ekuador pada 21 Juni, dan Pantai Gading pada 25 Juni 2026.
Kombinasi Pemain Bintang Eropa
Mayoritas penggawa yang dipanggil merupakan pilar penting yang membawa Curaçao lolos secara dramatis tahun lalu. Skuad ini dihiasi talenta yang berkompetisi di liga-liga top Eropa, mulai dari Inggris, Belanda, Turki, hingga Swiss. Beberapa nama besar seperti Tahith Chong (Sheffield United), Sontje Hansen (Middlesbrough), Riechedly Bazoer, serta Bacuna bersaudara siap menjadi tumpuan utama.
Berikut adalah daftar resmi 26 pemain skuad Piala Dunia 2026 Curaçao:
* Kiper: Tyrick Bodak (SC Telstar), Trevor Doornbusch (VVV-Venlo), Eloy Room (Miami FC).
* Bek: Riechedly Bazoer (Konyaspor), Joshua Brenet (Kayserispor), Roshon Van Eijma (RKC Waalwijk), Sherel Floranus (PEC Zwolle), Deveron Fonville (NEC Nijmegen), Jurien Gaari (Abha Club), Armando Obispo (PSV Eindhoven), Shurandy Sambo (Sparta Rotterdam).
* Gelandang: Juninho Bacuna (FC Volendam), Leandro Bacuna (Igdır), Livano Comenencia (FC Zurich), Kevin Felida (FC Den Bosch), Ar’Jany Martha (Rotherham United), Tyrese Noslin (SC Telstar), Godfried Roemeratoe (RKC Waalwijk).
* Penyerang: Jeremy Antonisse (AE Kifisia), Tahith Chong (Sheffield United), Kenji Gorré (Maccabi Haifa), Sontje Hansen (Middlesbrough), Gervane Kastaneer (Terengganu FC), Brandley Kuwas (FC Volendam), Jurgen Locadia (Miami FC), Jearl Margaritha (SK Beveren).
Profil Pemain Kunci Skuad Timnas Curaçao di Piala Dunia 2026
Kombinasi talenta berpengalaman dan darah muda yang merumput di liga-liga top Eropa menjadi senjata utama pelatih Dick Advocaat. Berikut adalah 4 profil pemain kunci yang diprediksi akan menjadi tumpuan utama Curaçao untuk menciptakan kejutan di Grup E:
1. Tahith Chong (Sheffield United)
- Posisi: Penyerang / Gelandang Serang
- Karier Klub: Eks jebolan akademi Manchester United yang kini memperkuat klub Inggris, Sheffield United.
- Kelebihan: Kecepatan, kemampuan dribbling menusuk dari sisi sayap, serta visi bermain yang tinggi. Di bawah asuhan Advocaat, Chong diharapkan menjadi motor serangan utama untuk membongkar pertahanan Jerman dan Ekuador.
2. Sontje Hansen (Middlesbrough)
- Posisi: Penyerang Sayap (Winger)
- Karier Klub: Pemuda berbakat berusia 24 tahun yang menimba ilmu di akademi legendaris Ajax Amsterdam sebelum pindah ke klub Championship Inggris, Middlesbrough.
- Kelebihan: Mantan top skor Piala Dunia U-17 ini memiliki ketajaman instingtif di dalam kotak penalti. Kehadirannya memberikan opsi serangan yang eksplosif dan tak terduga bagi lini depan The Blue Wave.
3. Riechedly Bazoer (Konyaspor)
- Posisi: Bek Tengah / Gelandang Bertahan
- Karier Klub: Pemain sarat pengalaman di kompetisi Eropa yang saat ini membela klub Liga Utama Turki, Konyaspor.
- Kelebihan: Memiliki kemampuan membaca permainan yang sangat baik dan ketangguhan fisik dalam duel udara. Fleksibilitas taktisnya membuat Bazoer menjadi jenderal lini belakang sekaligus pemutus momentum serangan lawan.
4. Juninho Bacuna (FC Volendam)
- Posisi: Gelandang Tengah
- Karier Klub: Gelandang dinamis yang saat ini bermain untuk klub Belanda, FC Volendam.
- Kelebihan: Dikenal sebagai penyeimbang lini tengah dengan daya jelajah tinggi (box-to-box midfielder). Bacuna memiliki akurasi umpan yang matang dan seringkali memecah kebuntuan lewat tendangan jarak jauhnya.
Sorotan Khusus untuk Fans Indonesia: Gervane Kastaneer
Selain keempat nama di atas, skuad Curaçao juga membawa Gervane Kastaneer. Penyerang yang kini membela Terengganu FC ini sangat familiar bagi pencinta sepak bola tanah air karena sempat membela Persib Bandung dan Persis Solo.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy