Anwar Ibrahim: Jadi Pemimpin Jangan Tunggu Rakyat Miskin Kirim Memo Baru Bertindak!

PM Anwar Ibrahim penyerahan lembu korban
Perdana Menteri, Datuk Seri Anwar Ibrahim hadir pada majlis penyerahan lembu korban kepada masyarakat di DUN Penanti di Padang Mengkuang Titi. Foto: NSTP/Auris Faqrurazzi

Permatang Pauh – Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengingatkan para pemimpin untuk tidak bersikap pasif dalam membantu rakyat. Dia menegaskan esensi dari ibadah kurban bukan sekadar ritual keagamaan di atas kertas, melainkan sebuah simbol keimanan, pengorbanan nyata, dan tanggung jawab sosial untuk memeluk mereka yang membutuhkan.

Melansir Berita Harian Online, Selasa, 26 Mei 2026, Anwar menyampaikan pesan menyentuh ini saat menghadiri Acara Penyerahan Perdana Sapi Kurban Madani di Parlemen Permatang Pauh. Menurutnya, makna kurban harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari, terutama dalam merangkul warga miskin, kelompok rentan, dan mereka yang sedang dihimpit kesulitan hidup.

Dengan gaya bicaranya yang lugas, Anwar menekankan komitmennya sejak pertama kali mengemban amanah memimpin negara:

“Sebab itu apabila saya mendapat amanah memimpin, saya fikir kita tidak boleh hanya menunggu orang miskin atau golongan orang kurang upaya (OKU) menghantar memo baru kita nak bertindak.”

Anwar juga menambahkan bahwa kepedulian harus datang dari inisiatif pemimpin itu sendiri, bukan karena didesak oleh surat keluhan rakyat:

“Kalau ada musibah sedikit, kita boleh cuba atasi dengan bijak. Jadi sementara kita ada rezeki, kita gunakan untuk meringankan beban masyarakat sekeliling kita.”

“Semangat pengorbanan tertinggi yang sebenar adalah dengan menggunakan ruang dan peluang yang ada untuk membantu seramai mungkin golongan ketinggalan, fakir dan miskin,” tutur Anwar penuh ketegasan.

Mengambil Hikmah dari Ujian Para Nabi

Dalam acara yang penuh kehangatan tersebut, sebanyak 79 sapi kurban diserahkan kepada 10 masjid dan surau di wilayah sekitar, termasuk Masjid Papan Kampung Pertama, Masjid Haji Saad, hingga Masjid Sembilang.

Anwar mengajak masyarakat untuk berkaca pada kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Baginya, setiap ujian hidup yang datang saat ini menuntut ketakwaan dan keyakinan yang utuh kepada Allah SWT. Ia sempat mengutip sebuah kisah syahdu tentang beratnya ujian para kekasih Allah:

“Apabila sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai siapakah yang paling banyak menerima ujian, jawabannya ialah para nabi, kemudian diikuti para sahabat dan tabiin. Kita ini mudah-mudahan termasuk dalam senarai yang mengikut misalan mereka (walaupun) di baris belakang sekali,” ungkapnya rendah hati.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak mudah mengeluh atau membesar-besarkan masalah kecil, karena tantangan zaman sekarang jauh lebih ringan dibanding perjuangan para nabi terdahulu.

“Kalau kita diuji dengan sedikit kesusahan, kemiskinan atau perbezaan pendapat, janganlah diperbesarkan seolah-olah musibah besar menimpa kita,” imbuhnya.

Di akhir pidatonya, suasana mencair ketika Anwar berseloroh mengenai pembagian alokasi sapi kurban yang sempat ramai diperbincangkan. Sambil tersenyum, ia menyebut juga menyalurkan bantuan serupa ke wilayah Tambun, namun Permatang Pauh—daerah yang telah lama membesarkan nama politiknya—akan selalu memiliki tempat yang sangat istimewa di lubuk hatinya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy