Takengon, Line1News – Ruas Jalan Yos Sudarso hingga Jalan Lebe Kader Kota Takengon yang biasanya bising oleh suara mesin kendaraan, Minggu pagi, 14 Juni 2026, berubah menjadi lautan senyum warga. Ribuan masyarakat Aceh Tengah tampak tumpah ruah, berjalan kaki bersama, dan saling menyapa dalam gelaran Car Free Day (CFD) bertajuk “Jalan Budaya, Napas Kota“.
Kemeriahan ini bukan sekadar perayaan Hari Purbakala ke-113 dan Hari Bhayangkara ke-80. Bagi warga Takengon, momen ini terasa seperti embusan napas lega yang amat dinantikan. Setelah hampir delapan bulan didera berbagai dampak bencana, hari ini menjadi simbol bangkitnya kembali denyut ekonomi dan kebersamaan sosial mereka.
Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Museum Negeri Gayo Takengon, serta Polres Aceh Tengah ini sukses menghadirkan kembali keceriaan kota.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, yang hadir di tengah-tengah warga tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang membuat ruang publik ini kembali hidup.
“Warisan budaya, situs purbakala, tradisi, seni, dan kearifan lokal adalah kekayaan yang harus terus kita lestarikan. Itu adalah jiwa daerah kita,” ujar Haili Yoga dengan penuh semangat saat merefleksikan tema Hari Purbakala, Rupa Rasa Warisan, dikutip dari rilis Pemkab Aceh Tengah.
Bagi Haili, merawat budaya harus sejalan dengan merawat bumi. Melalui CFD ini, ia mengajak warga untuk mulai menyembuhkan lingkungan sekitar. “Mari kita kurangi polusi, bangun kebiasaan hidup sehat, dan jaga kebersihan ruang publik bersama-sama,” tambahnya.
Suasana semakin hangat saat Bupati memberikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada jajaran kepolisian yang selama ini setia menemani dan menjaga warga, terutama di masa-masa sulit pascabencana.
“Atas nama seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polri yang selalu hadir memberikan pelayanan terbaik. Semoga di usia ke-80 tahun, Polri semakin humanis dan dicintai masyarakat,” ungkap Bupati.
Sejak pagi buta, anak-anak sekolah, komunitas seni, hingga lansia berbaur mengikuti jalan santai dan senam jantung sehat. Udara bersih Takengon pagi itu terasa makin segar diiringi riuh tepuk tangan penonton saat sanggar seni lokal mementaskan tarian adat di jalanan kota.
Kemeriahan memuncak saat kupon undian mulai dibacakan. Riuh rendah suara warga terdengar setiap kali nomor pemenang peralatan rumah tangga dan sepeda dipanggil. Kebahagiaan menjadi lengkap saat hadiah utama berupa sepeda motor diserahkan kepada pemenang yang beruntung, menutup hari dengan kepuasan dan harapan baru bagi seluruh kota.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy