Willemstad – Piala Dunia selalu menyajikan cerita menarik di setiap edisinya. Kali ini, sorotan tertuju pada salah satu tim debutan asal Karibia, Curaçao. Melansir media Spanyol, AS, Curaçao mencatatkan fenomena unik sebagai tim Piala Dunia yang hampir seluruh skuadnya lahir di luar negeri. Dari 26 pemain yang dibawa, hanya ada satu pemain saja yang benar-benar lahir di negara yang mereka wakili tersebut!
Dari total 48 tim yang berlaga di edisi Piala Dunia kali ini, tercatat hanya delapan tim yang seluruh isi skuadnya murni lahir di negara sendiri. Sisanya, rata-rata memiliki minimal satu pemain yang memegang kewarganegaraan ganda atau melalui proses naturalisasi. Namun, Curaçao berada di titik ekstrem yang berbeda.
Saat sang pelatih kawakan, Dick Advocaat, mengumumkan 26 nama pemain untuk turnamen ini pada Februari lalu, ia hanya memasukkan satu nama talenta lokal asli. Pemain tersebut adalah sang gelandang serang, Tahith Chong.
Chong lahir di Willemstad, ibu kota Curaçao, pada pergantian milenium baru. Ia menjadi satu-satunya pemain dalam skuad The Blue Wave (julukan Curaçao) yang lahir di sana. Sementara itu, sisanya—mulai dari kiper veteran Eloy Room hingga sang kapten sekaligus top skor tim, Leandro Bacuna—semuanya lahir di Belanda.
Perjalanan Karier Tahith Chong
Chong sendiri sebenarnya meninggalkan Curaçao sejak usia delapan tahun demi mengejar mimpinya di dunia sepak bola. Ia masuk ke akademi muda Feyenoord saat berusia 10 tahun, dan pada usia 14 tahun, bakatnya sudah memikat perhatian banyak klub raksasa Premier League.
Ia akhirnya bergabung dengan Manchester United pada tahun 2016. Meski sempat dibekap cedera ligamen (krusiat) yang membuatnya absen hampir setahun, Chong berhasil menandai debutnya di Premier League pada Maret 2019 saat MU menang 3-2 atas Southampton. Sementara itu, gol perdana Chong di liga tertinggi Inggris justru tercipta ke gawang Liverpool saat ia menjalani masa pinjaman di Luton Town.
Di level internasional, Chong sebenarnya sempat membela timnas muda Belanda di setiap kategori umur, mulai dari U-15 hingga U-21. Hingga akhirnya pada Juni 2021, ia dihadapkan pada pilihan sulit: menerima tawaran membela timnas senior Curaçao atau tidak.
Chong memantapkan hatinya untuk memilih tanah kelahirannya. Dalam sebuah wawancara dengan FIFA, ia mengungkapkan alasannya.
“Rencana itu sebenarnya sudah ada bertahun-tahun karena bagi saya, di situlah rumah yang sesungguhnya. Curaçao perlu membenahi beberapa hal dalam organisasi mereka, dan saya melihat mereka telah mengambil langkah maju yang luar biasa selama bertahun-tahun. Saya rasa ini adalah waktu yang tepat,” ujar Chong.
Menjadi Motor Serangan Curaçao
Chong melakoni debut seniornya di bawah asuhan Dick Advocaat dalam laga kualifikasi Piala Dunia zona CONCACAF melawan Trinidad pada September 2025. Di laga berikutnya melawan Bermuda, ia tampil menggila dengan terlibat dalam seluruh gol Curaçao; mencetak dua gol dan memberikan assist untuk gol penentu yang dicetak Tyrese Noslin.
Meski sempat absen di sisa laga kualifikasi akibat cedera meniskus, Chong kini telah pulih total dan sempat tampil di seluruh laga persahabatan menjelang Piala Dunia tahun ini.
Keputusan Chong untuk membela tanah kelahirannya tampaknya berbuah manis. Ia berpeluang besar melakoni debutnya di panggung Piala Dunia saat Curaçao menantang juara dunia empat kali, Jerman, hari ini. Jauh di kepulauan Karibia, keluarga besarnya—termasuk sang nenek yang kini telah berusia 94 tahun—siap bersorak memberikan dukungan penuh untuknya.[]
Baca Juga: Kejutan Piala Dunia 2026: Negara Mungil Curaçao Rilis Skuad Resmi dan Siap Cetak Sejarah!


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy