Piala Dunia 2026

Hampir Tergelincir! Argentina Susah Payah Tekuk Tanjung Verde di Babak Tambahan

Argentina vs Tanjung Verde
Lionel Messi setelah tendangan bebasnya digagalkan oleh penjaga gawang Tanjung Verde, Vozinha. Foto: Juano Tesone/Utusan Khusus

Miami Gardens – Langkah Timnas Argentina di Piala Dunia 2026 kali ini benar-benar harus dibayar dengan keringat dan ketegangan luar biasa. Sang juara bertahan dipaksa memeras keringat hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya menang tipis 3-2 atas tim tangguh Afrika, Tanjung Verde, dalam laga babak 32 besar yang berlangsung dramatis di Miami, Sabtu, 4 Juli 2026 pagi WIB.

La Albiceleste sempat dibuat frustrasi oleh perlawanan sengit Tanjung Verde yang menguras fisik sepanjang pertandingan yang berjalan chaos. Namun, sundulan krusial dari Cristian ‘Cuti’ Romero pada menit ke-110 berhasil menyelamatkan wajah Argentina dari kutukan adu penalti yang menegangkan.

Dengan hasil ini, skuad asuhan Lionel Scaloni resmi mengamankan tiket ke babak 16 besar dan dijadwalkan menghadapi Mesir di Atlanta pada Selasa mendatang demi berebut tempat di perempat final.

Sinar Lisandro Martinez dan Magis Lionel Messi

Media Argentina, Clarin, menyoroti performa gemilang Lisandro ‘Licha’ Martinez yang terpilih menjadi bintang lapangan (man of the match). Bek tangguh ini tidak hanya solid di lini belakang, tetapi juga memberikan assist manis untuk gol pembuka Lionel Messi serta mencetak gol kedua untuk Argentina.

Sementara itu, sang kapten Lionel Messi kembali membuktikan dirinya sebagai ruh permainan tim. La Pulga sukses mencetak gol pembuka yang membawanya menjadi salah satu top skor Piala Dunia kali ini. Tak hanya itu, dua gol berikutnya yang dicetak oleh Lisandro Martinez dan Cuti Romero lahir berawal dari skema sepak pojok yang dieksekusi dengan sempurna oleh Messi.

Usai laga, sang legenda hidup menegaskan bahwa persaingan di level tertinggi kini semakin ketat. “Tidak ada yang mau memberi Anda hadiah gratis,” ujar Messi menyadari betapa beratnya perjuangan timnya, dilansir La Nacion.

Peringatan Keras Bagi Sang Juara Bertahan

Kendati berhasil lolos, kemenangan ini menjadi alarm bagi Lionel Scaloni. Media setempat menilai Argentina menang lebih karena faktor kualitas individu ketimbang permainan tim yang solid. La Nacion bahkan memberikan kritik tajam bahwa status mentereng sebagai juara bertahan saja tidak akan cukup untuk mempertahankan trofi jika Argentina kembali tampil dengan performa seperti ini di babak berikutnya.

Miami Berubah Jadi ‘Buenos Aires’

Meski penuh drama dan bikin jantungan, atmosfer di luar lapangan justru luar biasa. Ole dan La Nacion melaporkan, puluhan ribu suporter Argentina sukses mengubah Miami menjadi markas sendiri dengan dukungan yang luar biasa masif. Pesta pora dan euforia fans pecah hingga titik ekstasis di jalanan Miami beberapa menit setelah peluit panjang berbunyi, merayakan kelolosan dramatis tim kesayangan mereka menuju babak 16 besar.

Selanjutnya, “gelombang biru-putih” siap menginvasi Atlanta untuk memberikan dukungan penuh saat Argentina bersua Mesir. Apakah magis Messi dan ketangguhan mental Argentina mampu membawa mereka melangkah lebih jauh menuju mimpi back-to-back juara dunia? Kita nantikan![]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy