Texas – Laga semifinal Piala Dunia 2026 menyajikan drama tingkat tinggi yang berujung pada air mata bagi Les Bleus. Langkah Timnas Prancis harus terhenti secara menyakitkan setelah didepak oleh Spanyol dengan skor telak 0-2 di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Rabu, 15 Juli 2026 dini hari WIB. Kekalahan ini sekaligus mengubur mimpi Kylian Mbappe dan kawan-kawan untuk mencetak hat-trick masuk ke babak final Piala Dunia secara berturut-turut.
Berikut rangkuman momen-momen krusial, kontroversi, dan reaksi keras di balik runtuhnya raksasa Prancis di tangan La Roja.
1. Masterclass Spanyol dan Sejarah Baru Menuju New York
Media terkemuka Prancis, L’Équipe dan Le Figaro, kompak menyebut bahwa Prancis “kalah kelas” (surclassée) dan mimpi mereka dihancurkan secara kejam oleh kedahsyatan La Roja. Sementara itu, media Spanyol, Mundo Deportivo menyebut penampilan anak asuh Luis de la Fuente sebagai sebuah “masterclass” sepak bola.
Gol kemenangan Spanyol dicetak oleh eksekusi penalti Mikel Oyarzabal dan aksi memukau Pedro Porro. Kemenangan ini mengantarkan Spanyol ke final Piala Dunia kedua sepanjang sejarah mereka yang akan digelar hari Minggu nanti di New York. As.com bahkan melabeli performa ini sebagai “Pelajaran untuk Dunia” dan “Tarian Historis” yang tak tertandingi.
2. Malam Tragis Kylian Mbappe yang Ingin Dihapus dari Ingatan
Sorotan tajam tertuju pada sang kapten Prancis, Kylian Mbappe. Media Spanyol, Marca menyebut laga ini sebagai “malam tragis yang ingin dihapus Mbappe dari ingatannya”. Bintang Real Madrid tersebut tampil tak berdaya dan gagal membawa negaranya mencetak sejarah.
Pascalaga, Mbappe akhirnya buka suara kepada media. Ia mengakui kelemahan timnya. “Kami tidak memberikan semua bahan yang diperlukan untuk bisa melaju ke final,” ujar Mbappe dengan nada lesu kepada Le Figaro.
3. Kekecewaan Mendalam Prancis: Salahkan Diri Sendiri atau Wasit?
Kekalahan ini menyisakan kekecewaan mendalam yang bercampur kekesalan di kubu Prancis. Menurut laporan El Mundo, skuad Prancis bahkan sempat menolak melakukan tradisi melewati mixed zone (area wawancara) secara wajib karena frustrasi.
Pemain muda Prancis, Rayan Cherki, dengan tegas menyatakan, “Satu-satunya tim yang mengalahkan kami adalah diri kami sendiri.” Hal senada ditulis El Mundo yang mengutip keluhan internal tim: “Kami tidak kalah dari Spanyol, kami kalah dari diri kami sendiri karena permainan buruk kami.”
Di sisi lain, rapor merah juga diberikan oleh L’Équipe kepada Lucas Digne (yang menyebabkan penalti) dan Michael Olise yang dinilai tampil “berantakan” dan tidak berdaya menghadapi dominasi Spanyol.
4. Kontroversi Didier Deschamps: Dinilai “Punya Sikap Buruk” dan Semprot Wasit
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menjadi pusat perhatian karena reaksinya yang emosional. As.com menyoroti sikap Deschamps sesaat setelah peluit panjang berbunyi, menyebutnya memiliki sikap kekalahan yang buruk (mal perder) karena langsung menunjukkan gestur frustrasi sebelum akhirnya menyalami Luis de la Fuente.
Tidak hanya itu, Deschamps secara terbuka mempertanyakan kualitas wasit yang memimpin laga krusial tersebut. “Apakah wasit memiliki level yang cukup untuk memimpin laga semifinal Piala Dunia?” ketus Deschamps, dilansir L’Équipe. Namun, ia juga sadar posisinya dan menambahkan, “Jika saya bicara lebih banyak, saya akan terlihat seperti seorang cengeng. Spanyol memang superior dan layak ke final.”
5. Lamine Yamal Cetak Sejarah Baru
Di tengah kedigdayaan Spanyol, wonderkid Lamine Yamal kembali mengukir tinta emas. Media Meksiko, Record melaporkan bahwa Yamal resmi mencetak sejarah baru sebagai salah satu pemain termuda yang berhasil menembus babak Final Piala Dunia sepanjang sejarah sepak bola modern.
6. Pede Tingkat Tinggi Luis de la Fuente
Menanggapi kemenangan fantastis ini, pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengirimkan pesan psywar yang kuat. “Kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, tetapi mereka (Prancis) lupa bahwa mereka sedang menghadapi tim yang jauh lebih terbaik,” ujarnya dengan penuh percaya diri melalui As.com.
Spanyol kini tinggal menunggu lawan mereka di partai puncak demi memburu trofi Piala Dunia kedua mereka. Apakah La Roja akan menyempurnakan tarian sejarah mereka di New York hari Minggu nanti? Kita nantikan![]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy