Lhokseumawe, Line1News – Sebanyak 459 warga binaan atau narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe resmi dipindahkan ke gedung baru pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Pemindahan massal ini dilakukan menyusul telah rampung dibangun dan siap digunakannya fasilitas baru yang terletak di Desa Ule Blang Mane, Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.
Pantauan Line1News di lokasi pada Sabtu pagi, proses pemindahan dilakukan secara bertahap. Para warga binaan dipindahkan dari gedung Lapas lama yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti. Menggunakan sejumlah mobil tahanan, proses pemindahan ini mendapatkan pengawalan super ketat dari tim gabungan kepolisian menuju fasilitas baru di Punteuet.
Langkah pemindahan ini menjadi solusi atas kondisi Lapas lama yang selama ini telah mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity). Berdasarkan data yang dihimpun, gedung baru Lapas Lhokseumawe di Punteuet memiliki daya tampung yang jauh lebih besar dan representatif, yakni mampu mengakomodasi hingga lebih dari 1.000 warga binaan.
Berdasarkan keterangan dari salah satu petugas Lapas Lhokseumawe yang enggan disebutkan namanya kepada Line1News, dari total keseluruhan narapidana yang dipindahkan pada hari ini, terdapat 4 orang di antaranya merupakan warga binaan perempuan.

[Personel gabungan Polres Lhokseumawe dan Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) bersiaga penuh saat warga binaan mulai memasuki armada mobil tahanan untuk dimobilisasi secara bertahap, Sabtu (1/8/2026). Foto: Line1News/Feri Fernandes]
Proses mobilisasi massa ini mulai berjalan sejak pukul 09.00 waktu Aceh dengan mengerahkan sebanyak 13 armada mobil tahanan. Guna menyukseskan pemindahan ini, jajaran Lapas di wilayah sekitar dikabarkan turut memberikan dukungan penuh, di mana 11 unit armada angkutan merupakan bantuan yang didatangkan dari berbagai Lapas tetangga, mulai dari Kabupaten Pidie hingga Kabupaten Aceh Tamiang. Adapun 2 lainnya merupakan mobil tahanan dari Polres dan Kejari Lhokseumawe.
Demi menjamin keamanan, ketertiban, serta kelancaran di sepanjang rute perjalanan, aparat kepolisian menerapkan prosedur pengawalan ekstra ketat. Sejumlah armada taktis hingga kendaraan patroli dikerahkan untuk mengamankan iring-iringan kendaraan yang mengangkut para warga binaan tersebut.
Dengan selesainya proses pemindahan ini, tata kelola, pelayanan, serta program pembinaan bagi para warga binaan ke depan diharapkan dapat berjalan lebih optimal, aman, dan manusiawi di dalam fasilitas baru yang jauh lebih memadai.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Wahyu Prasetyo, belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut. Beberapa kali upaya panggilan telepon yang dilayangkan oleh Line1News hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan respons.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy