Banda Aceh, Line1News – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh mengalami inflasi atau kenaikan harga barang sebesar 0,24 persen secara bulanan pada Juli 2026.
“Pada bulan Juli 2026, BPS mencatat bahwa Aceh mengalami inflasi atau kenaikan harga secara month to month sebesar 0,24 persen dibandingkan dengan Juni 2026,” kata Kepala BPS Aceh, Agus Andria, dalam konferensi pers virtual, Senin, 3 Agustus 2026.
Dia mengatakan, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dan memberikan andil sebesar 0,07 persen terhadap inflasi.
“Terdapat beberapa komoditas yang memengaruhi inflasi bulanan, yakni beras, bensin, cabai rawit, tomat, dan semen,” ujar Agus.
Adapun beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan, yaitu bawang merah, emas perhiasan, ikan tongkol, telur ayam ras, dan ikan bandeng.
Sementara itu, secara tahunan atau year on year, pada Juli 2026 Aceh mengalami inflasi sebesar 5,38 persen. “Artinya, harga barang dan jasa secara umum naik rata-rata sebesar 5,38 persen dibandingkan Juli tahun lalu,” ungkapnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy