Proyek Peningkatan Jalan Pase Lhokseumawe Mulai Dikerjakan

Proyek Jalan Pase Lhokseumawe 2026
Para pekerja sedang membersihkan permukaan badan Jalan Pase, Kota Lhokseumawe, menggunakan semprotan khusus sebelum dilakukan proses pengaspalan, Sabtu (8/8/2026). Foto: Line1News/Rman

Lhokseumawe, Line1News – Geliat pembenahan infrastruktur di Kota Lhokseumawe kembali berjalan. Kontraktor pemenang tender resmi memulai pengerjaan fisik untuk proyek Peningkatan Jalan Pase pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Pantauan Line1News di lokasi sekitar pukul 10.45 waktu Aceh, atmosfer kesibukan langsung terasa. Sejumlah pekerja dengan seragam keselamatan lengkap tengah membersihkan sisa debu dan material di badan jalan menggunakan semprotan bertekanan khusus sebelum dilapisi aspal baru.

Demi memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan yang melintas, dua papan imbauan bertuliskan “Hati-Hati! Ada Proyek” telah dipasang di area sekitar. Arus lalu lintas pun berjalan tertib dengan pengawalan dari sejumlah personel kepolisian yang bersiaga di lokasi.

Di area pengerjaan, terpasang papan informasi proyek resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe. Berdasarkan data papan tersebut, proyek infrastruktur ini didanai APBK Lhokseumawe TA 2026 dari Dana Otsus dengan nilai kontrak sebesar Rp3.999.607.000.

Pekerjaan bertajuk paket Peningkatan Jalan Pase ini dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender, yang dihitung sejak kontrak 29 Juni 2026 hingga 25 Desember 2026 mendatang. Bertindak sebagai pelaksana proyek adalah CV Seumatang Jaya, sebuah perusahaan konstruksi lokal yang beralamat di Lhokseumawe.

Guna mendukung percepatan pengerjaan, material dan alat berat sudah disiagakan. Empat armada truk diperkirakan bermuatan aspal panas serta satu unit alat berat tampak stand by di Simpang Jalan Pase, siap melakukan pengaspalan begitu pembersihan dasar jalan selesai dilakukan. Alat berat tersebut Asphalt Paver atau mesin penggelar aspal.

Sebagai informasi, proyek Jalan Pase ini merupakan bagian dari akselerasi pembangunan daerah. Berdasarkan data pada SPSE Inaproc, total ada 16 paket proyek fisik di bawah Dinas PUPR Lhokseumawe TA 2026 yang proses tendernya sudah digulirkan sejak pertengahan Mei 2026 dengan jadwal penandatanganan kontrak pada akhir Juni hingga awal Juli lalu.

Seluruh paket pekerjaan konstruksi tersebut sebelumnya telah diumumkan dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP pada Februari 2026.

Sementara itu, proyek-proyek fisik Dinas PUPR lainnya yang masuk dalam pengumuman SIRUP LKPP pada awal hingga akhir Juni serta awal hingga pertengahan Juli 2026, saat ini terpantau sebagian masih berada dalam proses lelang dan sisanya tengah memasuki tahapan penandatanganan kontrak.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy