Banda Aceh, Line1News – Angin segar berembus di tengah krisis kelangkaan semen yang sedang mencekik Aceh. Pemerintah Aceh menyambut baik respons cepat PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), selaku induk perusahaan PT Solusi Bangun Andalas (SBA), yang berkomitmen langsung untuk mengurai sumbatan pasokan di Tanah Rencong.
Langkah ini diharapkan segera menyuntikkan stabilitas harga semen yang sempat melambung tak terkendali di pasar domestik.
Sekda Aceh, Muhammad Nasir, mengungkapkan bahwa kunci utama penyelesaian krisis ini adalah dengan memacu kapasitas produksi di pabrik Semen Andalas Lhoknga secara maksimal. “Direktur Operasional Semen Andalas berjanji kepada kita terkait optimalisasi produksi di Semen Andalas Lhoknga. Karena menurut beliau, produksi Lhoknga itu mencukupi untuk kebutuhan Aceh,” kata Nasir, Jumat, 7 Agustus 2026.
Pabrik Genjot Produksi 24 Jam
Demi mengejar ketertinggalan pasokan, pihak manajemen perusahaan siap mengambil langkah ekstrem dengan mendorong jam kerja produksi. Pabrik yang saat ini beroperasi 12 jam, akan dipaksa mengepul hingga 24 jam penuh. Komitmen penuh ini diambil demi mendukung percepatan rehab-rekon berbagai infrastruktur vital pascabencana yang sempat tersendat.
“Mereka menyatakan kepada kami siap untuk memenuhi kebutuhan Aceh dulu. Setelah Aceh selesai baru kemudian sisanya akan diarahkan ke tempat lain,” ujar Nasir.
Manajemen SBA juga berjanji bakal menyesuaikan kembali harga jual. Dia menilai, kenaikan harga turut berpengaruh pada proses pembangunan dari pihak kontraktor. Nasir tidak menampik bahwa meroketnya harga semen belakangan ini telah memukul para kontraktor lokal dan mengancam keberlangsungan proyek-proyek publik.
“Efeknya kinerja pembangunan pemerintah akan terganggu ketika semen ini tidak bisa diselesaikan. Maka kita minta mereka memastikan produksinya mencukupi untuk Aceh, dan juga memastikan harga itu dapat disesuaikan kembali,” ucap Nasir.
Gandeng Polisi Tindak Penimbun Semen
Namun, komitmen produksi saja tidak cukup jika rantai distribusi masih curang. Pemerintah Aceh bersama manajemen pabrik sepakat mengambil tindakan tegas dengan turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jajaran distributor hingga pengecer terkecil.
Langkah preventif ini diambil karena pihak pabrik menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga sepeser pun dari dalam gerbang produksi mereka.
“Karena saat dijual dari produksinya itu harganya tidak naik. Makanya ini sedang kita pantau dan melibatkan pihak terkait seperti kepolisian. Kita ingin memastikan tidak ada yang menimbun semen dan tidak ada yang ugal-ugalan menaikkan harga semen,” tegas Nasir.
Saat ini, pemerintah sedang menelusuri di titik mana kebocoran harga ini terjadi—apakah permainan di tingkat distributor besar atau spekulasi sepihak di level pengecer. Nasir memperingatkan seluruh oknum agar tidak memanfaatkan kesulitan masyarakat demi meraup keuntungan pribadi.
“Ini sedang kita identifikasi. Kita akan melibatkan pihak keamanan untuk memastikan bahwa tidak ada yang bermain-main di dalam suplai terhadap semen ini dan tidak ada yang bermain-main terhadap harga,” pungkasnya.[]
Baca Juga: Aceh Defisit Semen 500 Ton Per Hari, Wagub Fadhlullah Lapor ke Mendagri dan Danantara


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy