Sinergi Seni dan Edukasi: Haji Uma Apresiasi Kemegahan Pentas Aneka Ria Nusantara Santri Misbahul Ulum

Panggung Aneka Ria Nusantara Misbahul Ulum
Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis (tengah memakai peci), bersama jajaran panitia inti di depan panggung utama Aneka Ria Nusantara 2026 di Aula Teuku Umar, Lhokseumawe. Foto for Line1News

Lhokseumawe, Line1News – Panggung kreativitas santri kembali bergeliat megah di Kota Lhokseumawe. Anggota DPD RI/MPR RI asal Aceh, H. Sudirman yang akrab disapa Haji Uma, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya atas terselenggaranya pertunjukan seni akbar bertajuk “Aneka Ria Nusantara” yang digagas oleh santri Pesantren Modern Misbahul Ulum.

Acara yang mengusung tema penuh semangat, “Santri Berkarya, Menuju Indonesia Berjaya,” ini dihelat selama dua hari berturut-turut pada Jumat hingga Sabtu, 21–22 Agustus 2026. Kemeriahan pentas unjuk bakat tersebut dipusatkan di Aula Teuku Umar dan Aula Cut Nyak Dhien, Kompleks Pesantren Modern Misbahul Ulum, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Momen tahunan ini dihadiri langsung oleh Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, jajaran wakil direktur, pembina organisasi, majelis guru, seluruh santri, hingga warga sekitar pesantren yang ikut antusias menyaksikan dari dekat.

Pesan Kebangsaan dari Haji Uma

[Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman, S.Sos., M.Sos., saat memberikan ucapan selamat dan motivasi secara virtual melalui tayangan video. Foto: Tangkapan Layar Video]

Sebelum tirai panggung resmi dibuka, Haji Uma menyapa seluruh hadirin secara digital melalui pesan video khusus. Senator vokal asal Serambi Mekah ini memandang ajang seni tersebut bukan sekadar hiburan biasa, melainkan batu loncatan berharga bagi generasi muda Islam untuk menggali potensi terdalam mereka.

“Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk menumbuhkan semangat para santri agar terus berkarya, berkreasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia”.

— Haji Uma

Ia menambahkan bahwa tantangan zaman menuntut santri masa kini untuk tidak hanya kuat secara ilmu agama, tetapi juga tangkas melahirkan inovasi baru demi membawa Indonesia ke arah yang lebih maju dan bermartabat. Haji Uma berharap panggung Aneka Ria Nusantara ini mampu mempererat tali persaudaraan sekaligus menyalakan api kreativitas di dada para santri.

“Semoga Aneka Ria Nusantara menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, mengembangkan kreativitas santri, dan membangkitkan semangat generasi muda Indonesia,” tutur Haji Uma.

Bukan Sekadar Panggung Hiburan

[Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis (tengah kanan), saat prosesi pembukaan pentas seni edukatif Aneka Ria Nusantara 2026. Foto for Line1News]

Gayung bersambut, Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian tulus dari Haji Uma di Jakarta. Apresiasi serupa ia sematkan kepada para pembina organisasi santri serta majelis guru yang telah memeras keringat demi menyukseskan gelaran ini.

Bagi Ustaz Martunis, pagelaran akbar yang dikawal oleh barisan santri berpakaian adat tradisional dan kemeja rapi ini mengemban misi edukasi yang kuat di balik gemerlapnya tata lampu panggung.

“Pada malam ini kita menyaksikan sebuah panggung hiburan. Namun, ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan panggung yang sarat dengan edukasi dan nilai-nilai pendidikan”.

— Ustaz Martunis

Ustaz Martunis menjabarkan bahwa Aneka Ria Nusantara merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy. Kegiatan ini sengaja dirancang agar para santri baru (kelas satu) dapat beradaptasi dan mengenal lebih dekat napas kehidupan, tradisi, serta nilai-nilai luhur kepesantrenan di Misbahul Ulum.

“Semoga kegiatan ini menjadi wadah bagi para santri untuk terus bertumbuh dan berkarya demi membangun Indonesia,” pungkas Ustaz Martunis.

Kreativitas Dekorasi dan Filosofi Panggung

Kemegahan acara ini kian lengkap dengan nuansa seni kaligrafi islami dan dekorasi khas Nusantara yang menjadi latar belakang utama di Aula Teuku Umar. Desain panggung yang dikerjakan secara mandiri oleh para santri senior ini memadukan unsur modernis dengan seni tradisional yang estetis.

Panggung utama menampilkan dekorasi replika gedung pencakar langit mini di bagian tengah, melambangkan kemajuan zaman. Kemegahan ini diapit oleh dua kubah besar bermotif ukiran khas Aceh yang di dalamnya terukir kaligrafi lafaz Allah SWT dan Muhammad SAW berwarna putih di atas dasar biru tua.

Kreativitas santri juga terpancar lewat tata teknis pertunjukan. Panggung megah tersebut dilengkapi dengan Lighting Show, sebuah pertunjukan tata cahaya dinamis yang gerakannya dirancang selaras mengikuti ketukan musik.

Tidak hanya itu, aspek visual pertunjukan diperkaya dengan pemanfaatan media video sinematik. Video pendek yang dipersiapkan matang oleh para santri di luar jadwal acara ini diputar sebagai instrumen pengantar sebelum para penampil memasuki panggung utama. Alhasil, penampilan nyata di atas panggung berpadu secara apik dengan karya multimedia buatan santri, menyajikan tontonan yang modern dan interaktif.

Usai prosesi pembukaan, Ustaz Martunis bersama jajaran pimpinan pesantren menyempatkan diri berfoto bersama dengan panitia inti dari organisasi santri. Para panitia tampil kompak mengenakan setelan jas hitam formal, sementara sang ketua panitia anggun mengenakan pakaian adat bersulam benang emas tepat di tengah barisan.

Seluruh ornamen visual serta inovasi teknologi ini mempertegas komitmen Pesantren Modern Misbahul Ulum dalam mencetak generasi yang siap bersaing di era modern tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai religiusitasnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy