Kombinasi Pengalaman & Komunikasi Terbuka

Nasrul Zaman Ungkap Mengapa Taufik Figur Tepat Segarkan Komando Birokrasi Aceh

Taufik Plt Sekda Aceh
Taufik, S.T., M.Si., Kadis Perkim dan Plt Sekda Aceh. Foto: Dok. Perkim Aceh

Banda Aceh, Line1News – Pengamat Kebijakan Publik, Nasrul Zaman, menilai penunjukan Taufik sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, langkah strategis untuk menyegarkan kembali komando birokrasi di Pemerintah Aceh.

Alasan Taufik Dipilih

“Penunjukan Taufik bukanlah tanpa alasan. Dari sudut pandang kualifikasi teknokratis, rekam jejak kepangkatan, pengalaman administrasi, serta kapasitas kepemimpinannya telah teruji di berbagai posisi krusial,” kata Nasrul, Selasa, 25 Agustus 2026.

Baca Juga: Taufik Jadi Plt Sekda Aceh, M Nasir Kadis Arpus

Menurutnya, pengalaman Taufik saat memimpin Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Penjabat (Pj.) Bupati Aceh Tenggara, hingga amanah terakhirnya sebagai Kepala Dinas Perkim Aceh menunjukkan pemahaman mendalam atas dinamika pembangunan fisik, regulasi daerah, serta manajemen tata ruang dan pemukiman.

“Salah satu keunggulan utama Taufik terletak pada gaya kepemimpinannya yang terbuka, inklusif, dan komunikatif,” ujar Nasrul.

Baca Juga: Jadi Plt Sekda Aceh, Intip Isi Garasi dan Total Harta Kekayaan Taufik

Dia menilai karakter personal ini menjadikannya figur cair yang mampu diterima oleh seluruh jajaran pejabat utama di lingkungan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) maupun Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.

“Keteladanan dan keterbukaannya diyakini dapat mengikis egosektoral yang selama ini kerap menjadi penyumbat akselerasi program kerja daerah,” ungkap Nasrul.

Selain itu, Taufik dibekali wawasan berpikir yang luas serta kedekatan strategis dengan berbagai kementerian dan lembaga di Pemerintah Pusat Jakarta. Sinergi ini ditunjang pula oleh komunikasi yang harmonis dan chemistry yang erat dengan Gubernur serta Wakil Gubernur Aceh.

Tantangan Birokrasi Aceh

Nasrul menambahkan bahwa modal sosial dan politik ini menjadikan Taufik figur ideal yang berfungsi sebagai dinamisator sekaligus akselerator dalam merealisasikan target-target besar Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh.

“Penunjukan ini membawa harapan baru bagi terwujudnya tata kelola birokrasi yang cepat, responsif, berintegritas, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy