Maulid Nabi: 400 Paket Cinta Bergema dalam Program Sabil Halaqah Mukhlisin di Makkah

Jemaah umrah Halaqah Mukhlisin Travel
Pemimpin misi Halaqah Mukhlisin Travel & Tours Sdn Bhd, Hj. Rafiyuddin, bersama anggota tim dari Malaysia dan Aceh usai membagikan 400 paket makanan dalam Program Sabil di Makkah, Selasa (25/8/2026). Foto: Istimewa

Mekkah, Line1News – Cinta kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak sekadar bergaung lewat lisan dan selawat. Di sudut penuh berkah Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah, cinta itu menjelma menjadi aksi nyata yang menyentuh hati melalui sebuah gerakan bertajuk Program Sabil Halaqah Mukhlisin.

Tepat pada peringatan hari kelahiran manusia paling mulia, 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026, kebaikan kecil namun sarat makna mengalir di antara para jemaah. Sebanyak 400 paket makanan dibagikan sebagai bentuk syukur sekaligus ikhtiar meneladani kemuliaan akhlak sang Rasul yang penuh kasih dan kepedulian.

Sinergi Malaysia-Aceh

Gerakan mulia ini digerakkan oleh keikhlasan Hj. Rafiyuddin, Ketua Mutawif sekaligus pemimpin misi dari biro perjalanan umrah dan haji asal Malaysia, Halaqah Mukhlisin Travel & Tours Sdn Bhd. Tidak sendiri, ia bahu-membahu bersama sebuah tim kecil beranggotakan 18 orang—gabungan indah antara 16 jemaah dari Malaysia dan 3 jemaah asal Aceh.

Perbedaan asal negara melebur begitu saja, disatukan oleh kerinduan yang sama untuk berbagi kepada sesama jemaah di Tanah Suci.

Kehangatan di Lobi Aras 1

Malam itu, tepat pukul 21.00 waktu Makkah, lobi Aras 1 menjadi titik kumpul utama yang penuh kehangatan. Dengan senyum ramah, tim membagikan paket makanan satu per satu kepada jemaah yang lewat.

Di bawah temaram lampu terowongan pedestrian Makkah, rona kebahagiaan terpancar jelas. Sambil menggenggam erat kantong-kantong plastik berisi paket makanan, para jemaah perempuan yang mengenakan rompi seragam hitam-kuning dipadu jilbab dan cadar tampak sigap mendampingi pergerakan tim. Di sisi lain, para mutawif dan jemaah laki-laki dengan peci khasnya berdiri tegap memegang tumpukan paket hidangan siap saji. Ketiga jemaah pria asal Aceh itu merupakan peneliti sejarah dan kebudayaan Islam dari Center for Information of Sumatra Pasai Heritage (Cisah).

Gotong Royong dalam Senyap

Di balik layar kesuksesan pembagian ini, ada potret kerja keras yang luar biasa di lapangan. Tanpa canggung, para jemaah perempuan berbaju hitam dan marun langsung berbagi tugas di lorong pejalan kaki. Mereka membungkuk di depan kardus-kardus besar, dengan cekatan menyortir, menghitung, dan memasukkan paket makanan ke dalam tas jinjing untuk memudahkan pembagian.

Di sekeliling mereka, jemaah dari berbagai belahan dunia yang mengenakan kain ihram maupun pakaian putih khas ibadah tampak melintas, menerima uluran paket dengan penuh rasa syukur.

Bagi tim gabungan Malaysia-Aceh ini, menginjakkan kaki di Makkah bukan lagi sekadar perkara menyelesaikan ibadah pribadi. Ada kebahagiaan yang jauh lebih utuh ketika sebagian rezeki dan nikmat yang Allah titipkan bisa diulurkan kembali untuk menyambung persaudaraan seiman.

“Semoga setiap usaha ini menjadi asbab kebaikan, keberkahan, dan [mendapat] ridha Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” tulis doa yang tersemat kuat dalam program tersebut.

Ratusan paket makanan yang dibagikan mungkin akan habis dalam sekejap. Namun, bagi jiwa-jiwa yang ikhlas bergerak, ketulusan malam itu diharapkan menjadi saksi cinta yang abadi kepada Rasulullah ﷺ di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kebahagiaan sejati memang selalu bermula dari memberi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy