Jakarta – Proses pemulihan pascabencana alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa sektor pelayanan dasar publik kini relatif kembali normal, walau perbaikan fasilitas pendidikan masih menyisakan pekerjaan rumah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mendagri usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai Progres Pelaksanaan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Ruang Rapat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026. Pertemuan strategis ini dipimpin oleh Menko PMK Sugiono.
Sektor Pelayanan Dasar Pulih, 99 Sekolah Masih Darurat
Selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian melaporkan aktivitas belajar-mengajar di wilayah terdampak sudah kembali berjalan. Dari total 4.922 satuan pendidikan yang terdampak, saat ini tersisa 99 sekolah yang terpaksa menggelar kegiatan pembelajaran di kelas darurat.
Penanganan sisa fasilitas pendidikan tersebut kini menjadi fokus utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan TNI Angkatan Darat (AD).
“Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan TNI AD yang memiliki satgas jembatan, itu ratusan jembatan yang sudah terbangun oleh TNI AD. Dari kepolisian juga lebih dari 100, kalau saya tidak salah lebih kurang 120-an yang dibangun oleh Polri untuk jembatan,” kata Tito, dilansir laman Kemendagri.
Dorong K/L Rampungkan Target Sebelum Akhir Tahun
Sebagai langkah lanjut, Kasatgas PRR mendorong kementerian/lembaga (K/L) terkait untuk mempercepat realisasi anggaran serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di lapangan. Seluruh program kerja pemulihan fisik yang dialokasikan untuk tahun ini ditargetkan wajib rampung sebelum 31 Desember 2026.
Tito memaparkan bahwa manajemen penanggulangan bencana arahan Presiden Prabowo Subianto telah berjalan sistematis, mulai dari fase tanggap darurat, transisi, hingga pemulihan saat ini.
Waspadai Ancaman Bencana Susulan
Berdasarkan data terkini Satgas, denyut nadi pemerintahan daerah yang sempat terdampak parah—seperti Kabupaten Aceh Tamiang—kini telah pulih. Pasokan energi seperti listrik, BBM, LPG, jaringan internet, serta operasional rumah sakit dan puskesmas telah berfungsi normal. Meski demikian, tercatat masih ada enam unit puskesmas pembantu di Sumatra Utara yang mengalami rusak berat atau hilang sehingga memerlukan penanganan khusus.
Pemerintah tetap mengimbau kewaspadaan tinggi mengingat intensitas hujan yang masih tinggi berpotensi memicu banjir dan tanah longsor susulan. Kondisi alam ini menjadi tantangan tersendiri bagi K/L dalam memulihkan akses mobilitas warga secara permanen.
“Harapan kami dengan koordinasi ini akan mempercepat semua proses dan teman-teman K/L semua bergerak dan juga bisa mendorong semua pemerintah daerah dengan anggaran masing-masing dan tambahan anggaran itu juga bisa bergerak dengan lebih cepat,” tandas Tito.
Rapat koordinasi tingkat menteri ini turut dihadiri oleh jajaran menteri kabinet, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy