Aceh Tamiang – Bupati Armia Pahmi menyebut Aceh Tamiang siap menjadi model pemulihan pascakonflik berbasis aksi iklim. “Lewat proyek Blue Carbon, kami menunjukkan bagaimana upaya konservasi pesisir dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan ekonomi masyarakat dan rekonsiliasi sosial,” kata dia.
Armia menyampaikan itu dalam AtmosTalk “From Conflict to Climate Action”, digelar di Jakarta dan KJRI New York serta daring, beberapa hari lalu, dikutip dari laman Pemkab Aceh Tamiang, Minggu, 28 September 2025.
Acara itu mengulas perjalanan Aceh Tamiang dari daerah konflik menuju aksi iklim, serta strategi kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat. Armia turut memaparkan sekilas Aceh Tamiang dari masa ke masa.
Dia menyebut setelah dirinya dilantik sebagai bupati memang menargetkan untuk mengeksploitasi potensi ekonomi hijau yang dimiliki Aceh Tamiang menjadi sumber pendanaan baru bagi pendapatan serta pembangunan daerah.
Armia menegaskan Pemkab Aceh Tamiang akan terus memperkuat kemitraan dengan investor hijau untuk mempercepat pemulihan daerah pascakonflik melalui pendekatan ekonomi hijau.
“Inilah cara kami memastikan warisan alam dan sosial yang lebih baik bagi generasi mendatang, sekaligus momentum baru bagi Aceh Tamiang untuk memperkuat posisi sebagai laboratorium pembangunan hijau Indonesia,” pungkasnya.
Founder & CEO Fairatmos, Natalia Rialucky, serta Chairman & Director Manka, Juliarta Bramansa Ottay, selaku inisiator kegiatan turut memperkuat paparan Bupati Armia. Mereka menjelaskan proyek ini dilengkapi mekanisme MRV, skema pembiayaan dan offtake, serta pembagian manfaat yang memastikan keterlibatan masyarakat lokal.
Forum itu juga menghadirkan pembicara kunci lainnya, Winanto Adi, Konsulat Jenderal RI di New York, yang membuka acara, Founder dan CEO Fairatmos, Natalia Rialucky, serta Chairman & Director Manka, Juliarta Bramansa Ottay.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy