Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan Pemko Banda Aceh mengantisipasi kenaikan harga daging melalui pasar murah pada 15 hingga 18 Februari mendatang.
Pasar murah tersebut, kata Illiza, juga menjadi bagian dari upaya perlindungan masyarakat terhadap dampak budaya meugang, yang identik dengan meningkatnya konsumsi daging di Aceh.
“Budaya meugang adalah tradisi masyarakat Aceh dalam menyambut Ramadan. Karena itu, pemerintah perlu hadir menjaga kestabilan harga agar masyarakat tetap bisa menjalankan tradisi tanpa terbebani,” katanya saat menghadiri Gerakan Pangan Murah di halaman Lapangan Tenis Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Senin, 10 Februari 2026, dikutip dari Laman Pemko Banda Aceh.
Pemko Banda Aceh akan bekerja sama dengan Bank Indonesia saat pelaksanaan pasar murah, baik dalam penyediaan lokasi maupun pengendalian harga.
Pemko, tambah Illiza, juga memberikan subsidi biaya pemotongan sehingga harga daging dapat dijaga pada kisaran Rp140 ribu per kilogram dan tidak melebihi Rp150 ribu per kilogram.
Baca juga: Jelang Ramadan, Pemko Banda Aceh Gelar Pangan Murah di Dua Lokasi
Adapun Gerakan Pangan Murah digelar selama dua hari. Setelah di Meuraxa, kegiatan serupa dilanjutkan di Gampong Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala.
Pemko Banda Aceh menyiapkan 1.300 paket pangan bersubsidi, dengan harga per paket Rp163 ribu. Paket tersebut berisi kebutuhan pokok masyarakat, yakni gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, beras 5 kilogram, serta telur ayam satu papan.
Illiza menyebutkan pasar murah bagian dari langkah Pemko Banda Aceh mengendalikan inflasi daerah serta menjaga kestabilan harga bahan pokok, khususnya menjelang Ramadan.
“Kita telah melaksanakan pasar murah sejak tanggal 2, 3, dan 4 Februari. Kemudian kita kembali melaksanakannya di dua titik pada tanggal 10 dan 11 Februari. Ini semua untuk menjaga kestabilan harga di tengah masyarakat.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy