Lhokseumawe, Line1News – Ribuan pasang mata menjadi saksi magisnya panggung hiburan rakyat malam itu. Penyanyi legendaris Tanah Rencong, Bergek, sukses menghipnotis dan mengobati kerinduan masyarakat Lhokseumawe dalam gelaran Merdeka Fest yang berlangsung di Lapangan Jenderal Sudirman, Minggu malam, 9 Agustus 2026.
Acara akbar yang menjadi bagian dari perayaan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini mengintegrasikan pesta rakyat, bazar UMKM, hingga panggung musik. Sejak pagi hari, kemeriahan sudah pemanasan lewat ajang Lilawangsa Run yang diinisiasi oleh Korem 011/Lilawangsa dengan titik start dan finish di lapangan yang sama.
Pantauan Line1News di lokasi, denyut antusiasme warga sudah terasa sejak pukul 20.30. Masyarakat dari penjuru Lhokseumawe hingga Aceh Utara tampak menyemut memadati area. Demi menjaga kenyamanan dan ketertiban bersama, pihak panitia memberlakukan pembatasan wilayah penonton yang memisahkan antara barisan laki-laki dan perempuan.
Sebelum sang bintang utama naik pentas, riuh penonton lebih dulu dihangatkan oleh penampilan ciamik dari band lokal, Redho. Band yang digawangi generasi milenial ini sukses membakar semangat penonton lewat untaian lagu pembuka.
Suasana berubah dramatis saat pembawa acara (MC) meneriakkan nama yang sudah dinanti-nanti: “Berrrrrgek!”. Sebagian penonton yang semula duduk santai di tepian lapangan langsung berhamburan merapat, melebur jadi satu di depan panggung utama.
Tanpa mengulur waktu, Bergek membuka penampilannya dengan tembang hits “Boh Hate Gadoh“. Alunan irama syahdu berpadu goyangan khas Bergek langsung disambut riuh. Lapangan Sudirman seketika berubah menjadi lautan cahaya saat ribuan penonton serentak mengangkat tangan, bergoyang, dan menyalakan flash ponsel mereka.
Hebatnya, lagu ini terbukti melintasi generasi; mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia fasih melantunkan liriknya bersama-sama.

[Foto: Line1News]
Usai lagu pertama, Bergek menyapa hangat tanah tempat tinggalnya. “Jarang-jarang tampil di kota sendiri,” selorohnya dengan senyum merekah. Momen ini terasa emosional dan spesial bagi Bergek karena meski menetap di Lhokseumawe, ia justru lebih sering menghabiskan jadwal konsernya berkeliling kabupaten dan kota lain di Aceh. Interaksi hangat itu berlanjut ke lagu kedua, “Dikit Dikit“, yang dibawakan dengan penuh energi penonton.
Di balik penampilannya yang enerjik, sebuah fakta humanis terungkap di atas panggung. Bergek mengaku bahwa dirinya sebenarnya sedang tidak dalam kondisi prima. Tubuhnya digerogoti demam, batuk, dan pilek sejak dua hari lalu. Namun, profesionalisme mengalahkan rasa sakitnya demi tidak mengecewakan para penggemar.
“[Sambutan fans di Lhokseumawe] Luar biasa, keren, keren!” puji Bergek tulus melihat energi penonton yang tak kunjung padam. “Masih semangat? Harus tetap semangat! Oke, kita lanjut!” serunya membakar suasana.
Memenuhi permintaan khusus dari barisan ibu-ibu yang hadir, Bergek langsung mengentak panggung lewat lagu “Dumpeuna“. Hanya butuh hitungan detik bagi intro musik untuk membuat penonton kembali berjingkrak kegirangan mengikuti komando sang idola.
Tidak berhenti di situ, Bergek juga meloloskan permintaan lagu “Kamera 360“, disusul rentetan tembang manis lainnya berirama Melayu modern dan dangdut Aceh yang membuat malam semakin larut namun enggan usai.
Kerja keras Bergek malam itu terbayar tuntas oleh kepuasan penonton yang pulang dengan senyum lebar. “Bergek selalu keren,” ungkap seorang penonton Gen Z dengan mata berbinar. Kebahagiaan serupa juga diutarakan oleh seorang ibu muda yang datang memboyong suami dan anaknya, “Bergek telah mengobati kerinduan banyak penggemarnya malam ini.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy