BNPB Koreksi Data Korban Banjir Sumatra: Aceh 277 Orang Meninggal, 193 Hilang

Pembersihan jalan di Tapanuli
Pembersihan jalan tertimbun longsor di Tapanuli Tengah. Foto: Istimewa

Jakarta – BNPB mengoreksi jumlah data korban meninggal dunia dalam bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Secara umum rekapitulasi korban jiwa yang sudah dihimpun, diverifikasi dan divalidasi oleh posko terpadu, memang tadi ada koreksi yang kita lakukan dari data yang sudah masuk di dashboard secara online,” ujar Kepala Pusat Data BNPB Abdul Muhari saat temu pers, Rabu, 3 Desember 2025, dilansir CNN Indonesia.

Sebelumnya, data di situs BNPB mencatat korban meninggal dunia 810 orang. Namun, setelah diverifikasi dan divalidasi, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan sebanyak 770 orang.

“Total korban meninggal dunia yang sudah tervalidasi dan terverifikasi itu 770 jiwa dan korban hilang dalam pencarian 463 jiwa,” ucap Muhari.

Secara rinci, di Aceh dilaporkan ada 277 korban meninggal dunia dan korban hilang 193 orang. Kemudian, di Sumatra Utara dilaporkan ada 299 korban meninggal dunia dan 159 korban hilang.

Sedangkan di wilayah Sumatra Barat, tercatat korban meninggal sebanyak 194 orang dan 111 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kemarin, Posko Terpadu Pemerintah Aceh mencatat hingga Selasa, 2 Desember 2025, pukul 20.00 waktu Aceh, 249 meninggal dunia dan 227 hilang.

Baca juga: Data Terbaru Posko Tanggap Bencana Aceh: 249 Meninggal, dan Hilang 227 Jiwa

Pemerintah hingga kini belum menetapkan status banjir dan tanah longsor di Sumatra sebagai bencana nasional meski didesak berbagai pihak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, berdalih walapun belum ditetapkan sebagai bencana nasional, penanganan bencana sudah dilakukan secara nasional.

“Seluruh kementerian/lembaga diperintahkan oleh Bapak Presiden termasuk TNI-Polri, BNPB dan semua komponen untuk mengerahkan sumber dayanya semaksimal mungkin menangani bencana di Sumatera. Jadi sekali lagi penanganannya benar-benar penanganan full kekuatan secara nasional,” kata Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy