Cagub Pramono Anung Enggan Komentari Kinerja Pemerintah DKI Jakarta

Syukuran Pramono Rano
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Pramono Anung (kanan) dan Rano Karno (tengah) dan Ketua Tim Kemenangan Pramono-Rano Cak Lontong (kiri) merayakan kemenangannya bersama relawan dalam Syukuran Jakarta Menyala untuk Semua di Menteng, Jakarta Pusat, 14 Desember 2024. Foto: Tempo/Martin Yogi Pardamean

Jakarta – Calon Gubernur Jakarta Pramono Anung tak ingin mencampuri kinerja Pemerintah DKI Jakarta hingga dilantik sebagai gubernur pada Februari 2025. Pramono enggan berkomentar banyak perihal kebijakan dan mekanisme teknis pemerintahan Jakarta untuk saat ini.

“Kalau ditanya dalam konteks Desember ini, kalau dijawab, pasti saya bohong karena belum menjadi kewenangan saya. Tapi setelah dilantik pada Februari mendatang saya pasti akan bekerja,” ujar Pramono saat ditemui di Syukuran Jakarta Menyala, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Desember 2024, dilansir dari Tempo.co.

Dia berjanji program kerjanya selama menjadi gubernur tidak akan jauh-jauh dari pernyataan yang dia sampaikan saat masa kampanye. “Sesuai dengan apa yang diketahui media dan publik,” ujar Mantan Sekretaris Kabinet tersebut.

Bersama calon wakilnya Rano Karno selama kampanye, Pramono menjanjikan program Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat, Kartu Lansia dan Difabel, hingga pemutihan ijazah masyarakat miskin yang tertahan di sekolah.

Terkait persiapan memimpin Jakarta, Pramono menyatakan sudah mempersiapkan tim transisi. “Akan ada tim transisi yang akan bekerja menyiapkan segala sesuatu. Tim ini berisikan orang-orang yang selama ini membantu saya. Orang-orang yang tahu cara berpikir saya,” ujarnya.

Saat ditanyakan siapa saja nama-nama dalam tim khusus itu, Pramono menyatakan bakal mengumumkannya secara resmi setelah pelantikan gubernur dan wakil gubernur Jakarta. “Timnya sudah dipersiapkan, saya tidak mau begitu bekerja enggak mengetahui apa-apa. Saya harus tahu semuanya. Nanti timnya akan diumumkan secara resmi.”

Baca Juga: Tim Ridwan Kamil Klaim Dua Putaran, Anies Baswedan Sebut Hasil Pilkada bukan Ramalan Cuaca

Komisi Pemilihan Umum atau KPU Jakarta telah menetapkan hasil rekapitulasi suara di pilkada Jakarta. Pasangan Pramono Anung-Rano Karno meraih suara terbanyak dengan 2.183.239 atau 50,07 persen suara. Sedangkan Ridwan-Suswono memperoleh 1.718.160 atau 39,40 persen suara; dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana sebesar 459.230 atau 10 persen suara. Setelah penetapan tersebut, tidak ada paslon yang melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Hari ini, Pramono-Rano menghadiri syukuran yang digelar para relawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pramono menyampaikan terima kasih karena bisa memenangkan Pilgub Jakarta satu putaran meski elektabilitas rendah di awal kontestasi Pilkada Jakarta.

“Semuanya pasti masih ingat, ketika saya dan Bang Doel mendaftarkan diri pada tanggal 28 Agustus, pada waktu itu elektabilitas kita berdua 0,1 persen. Tetapi, dengan tekad yang sangat kuat, dan saya meyakini, pasti saya akan dibantu, ditolong oleh relawan yang bekerja keras seperti ini. Dan keyakinan saya ini menjadi bukti yang nyata,” ujarnya saat sambutan acara syukuran, dilansir dari Detik.com.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy