Banda Aceh – Realisasi Pendapatan Aceh tahun 2024 senilai Rp11,396 triliun (T) atau 101,18% dari target Rp11,262 T. Realisasi Pendapatan Aceh 2024 naik Rp823,545 miliar (M) atau 7,79% dibandingkan 2023 yang senilai Rp10,572 T.
Data itu dikutip Line1.News, Minggu, 22 Juni 2025, dari Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Tahun 2024 (Audited), yang diteken Gubernur Aceh, Muzakir Manaf pada 21 Mei 2025.
Rincian Pendapatan Aceh
Pendapatan Aceh terdiri dari:
1. Pendapatan Asli Aceh (PAA) 2024 ditargetkan Rp3,019 T, realisasi Rp3,225 T atau 106,85%, meningkatkan jika dibandingkan realisasi PAA 2023 Rp2,987 T lebih.
Realisasi PAA 2024 terdiri dari Pajak Aceh 1,930 T; Retribusi Aceh Rp790,959 M; Hasil Pengelolaan Kekayaan Aceh yang Dipisahkan Rp267,660 M; dan Lain-Lain PAA yang Sah Rp236,443 M lebih.
Kontribusi PAA terhadap total Pendapatan Aceh 2024 hanya 28,31%.
Baca juga: Realisasi APBA 2025 Masih Lelet, Ini 10 SKPA Terendah
2. Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat:
– Dana Perimbangan 2024 diproyeksikan Rp3,946 T, realisasi Rp3,872 T atau 98,12%, meningkatkan dibandingkan 2023 Rp3,609 T.
Dana Perimbangan 2024 terdiri dari:
Dana Bagi Hasil (DBH) direncanakan Rp386,970 M, realisasi Rp384,647 M atau 99,40%; Dana Alokasi Umum (DAU) direncanakan Rp2,333 T, realisasi Rp2,310 T atau 99,02%; Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik direncanakan Rp368,055 M, realisasi Rp347,597 atau 94,44%; DAK Nonfisik direncanakan Rp858,4 M, realisasi Rp829,938 M atau 96,68%.
– Dana Otonomi Khusus Aceh 2024 direncanakan Rp4,276 T, realisasi 100%, meningkat dibandingkan 2023 Rp3,96 T;
Kontribusi Dana Otsus terhadap total Pendapatan Aceh 2024 mencapai 37,53%.
– Insentif Fiskal 2024 direncanakan Rp17,849 M, realisasi 100%, meningkatkan dibandingkan 2023 Rp10,448 M.
3. Lain-Lain Pendapatan Aceh yang Sah: Pendapatan Hibah 2024 direncanakan Rp1,968 M, realisasi Rp2,573 M atau 130,77%, namun anjlok dibandingkan realisasi 2023 Rp4,922 M.
Baca juga: Cek Realisasi APBA 2024, Serapan Keuangan Sejumlah SKPA Rendah
Belanja Aceh
Belanja dan Transfer tahun 2024 direncanakan Rp11,672 T, realisasi Rp11,287 T atau 96,70%, menurun dibandingkan realisasi 2023 Rp11,354 T.
Belanja dan Transfer terdiri dari:
1. Belanja Operasi 2024 direncanakan Rp8,518 T, realisasi Rp8,209 T atau 96,37%, meningkatkan dibandingkan realisasi 2023 Rp7,920 T.
Belanja Operasi terdiri dari:
– Belanja Pegawai 2024 direncanakan Rp3,452 T, realisasi Rp3,371 T atau 97,66%, meningkatkan dibandingkan realisasi 2023 Rp2,777 T;
Belanja Pegawai merupakan pengeluaran Pemerintah Aceh untuk imbalan atas hasil kerja yang dilakukan pegawai dalam bentuk gaji dan tunjangan serta penghasilan lainnya, uang representasi dan tunjangan Pimpinan dan Anggota DPRA serta gaji tunjangan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Baca juga: APBA 2025: Belanja Pegawai Rp3,68 Triliun, Segini Tambahan Penghasilan ASN
– Belanja Barang dan Jasa 2024 direncanakan Rp3,735 T, realisasi Rp3,727 T atau 99,77%, menurun dibandingkan 2023 Rp4,023 T;
– Belanja Subsidi 2024 direncanakan Rp6,387 M, realisasi Rp6,386 M atau 99,98%, menurun dibandingkan 2023 Rp18,244 M;
– Belanja Hibah 2024 direncanakan Rp1,085 T, realisasi Rp1,017 T atau 93,70%, meningkatkan dibandingkan 2023 Rp909,872 M;
– Belanja Bantuan Sosial 2024 direncanakan Rp239,226 M, realisasi Rp87,250 M atau 36,47%, menurun dibandingkan realisasi 2023 Rp192,587 M.
2. Belanja Modal 2024 direncanakan Rp1,283 T, realisasi Rp1,244 T atau 96,93%, menurun dibandinkang realisasi 2023 Rp1,676 T.
Belanja Modal adalah pengeluaran Pemerintah Aceh yang digunakan untuk perolehan aset tetap keperluan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Belanja Modal terdiri dari:
– Belanja Tanah 2024 direncanakan Rp1,371 M, realisasi nihil, menurun dibandingkan realisasi 2023 Rp7,431 M;
– Belanja Peralatan dan Mesin 2024 direncanakan Rp427,968 M, realisasi Rp409,877 M atau 95,77%, menurun dibandingkan 2023 Rp485,458 M;
– Belanja Gedung dan Bangunan 2024 direncanakan RpRp335,632 M, realisasi Rp325,817 M atau 97,08%, menurun dibandingkan 2023 Rp519,361 M;
– Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 2024 direncanakan Rp415,559 M, realisasi Rp402,230 M atau 96,79%, menurun dibandingkan 2023 Rp551,432 M;
– Belanja Aset Tetap Lainnya 2024 direncanakan Rp79,761 M, realisasi Rp83,856 M atau 105,13%, menurun dibandingkan 2023 Rp112,344 M;
– Belanja Aset Lainnya 2024 direncanakan Rp23,517 M, realisasi Rp22,635 M atau 96,25%.
3. Belanja Tidak Terduga 2024 direncanakan Rp8,595 M, realisasi Rp19,848 juta atau 0,23%, menurun dibandingkan 2023 Rp34,5 juta.
4. Belanja Transfer Bagi Hasil Pajak Aceh kepada Pemerintahan Kabupaten/Kota 2024 direncanakan Rp881,118 M, realisasi 100%, menurun dibandingkan 2023 Rp892,314 M.
5. Belanja Bantuan Keuangan ke Pemerintah Daerah lainnya 2024 direncanakan Rp979,641 M, realisasi Rp952,260 M atau 97,21%, meningkat bdibandingkan 2023 Rp116,783 M.
Dengan demikian, APBA 2024 yang awalnya diperkirakan defisit Rp409,295 M [target Pendapatan Aceh Rp11,262 T dikurangi proyeksi Belanja-Transfer Rp11,672 T], tapi berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Aceh mengalami surplus Rp108,889 M [realisasi Pendapatan Aceh Rp11,396 T dikurangi realisasi Belanja-Transfer Rp11,287 T]. Sedangkan tahun 2023, Pemerintah Aceh mengalami defisit Rp782,307 M.
Pembiayaan
Penerimaan Pembiayaan: Penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Sebelumnya pada 2024 direncanakan Rp473,295 M, realisasi 100%, menurun dibandingkan 2023 Rp1,304 T; dan realisasi penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah [pengembalian Dana Bergulir LUEP] 2024 Rp709,03 juta, menurun dibandingkan 2023 Rp928,844 juta.
Pengeluaran Pembiayaan: Pembentukan dana cadangan direncanakan Rp64 M, realisasi Rp52,631 M atau 82,24%, meningkat dibandingkan 2023 Rp49,351 M; dan pembayaran pinjaman daerah dari pemerintah pusat 2024 nihil, sedangkan realisasi 2023 Rp581,115 M.
Pembiayaan neto 2024 [selisih antara Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan yaitu untuk menggunakan surplus anggaran atau menutup defisit anggaran] direncanakan Rp409,295 M, realisasi Rp421,372 M atau 102,95%. Sedangkan Pembiayaan neto 2023 Rp1,255 T.
Realisasi Selisih Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan atau Silpa Rp530,262 M, meningkat dibandingkan 2023 Rp473,295 M.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy