Cuma Dua Orang Selamat dalam Kecelakaan Jeju Air, Murni Bird Strike?

Kecelakaan pesawat jeju air
Puing pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan di Jeolla Selatan, Korsel. Foto: Yonhap

Seoul – Cuma dua orang yang selamat dalam kecelakan pesawat Jeju Air nomor penerbangan 7C2216 pada Minggu, 30 Desember 2024. Sedangkan 181 penumpang lainnya termasuk kru pesawat tewas.

Pesawat tipe Boeing 737-800 itu meledak setelah menabrak dinding ujung landasan pacu Bandara Internasional Muan, Korea Selatan (Korsel).

Muncul pertanyaan dari kejadian nahas tersebut. Di mana posisi duduk kedua penumpang yang selamat itu?

Dilansir CNN, Senin, 30 Desember 2024, dua orang yang selamat itu merupakan awak kabin, satu pria dan satu wanita.

Saat kecelakaan, keduanya berada di bagian ekor pesawat. Bagian ini masih terlihat jelas bentuknya setelah pesawat meledak. Sedangkan bagian lain dari pesawat itu hancur terbakar.

Tabrakan Burung

Pesawat Jeju Air tersebut berangkat dari Thailand ke Korsel dengan membawa 181 orang, 175 penumpang dan 6 awak kabin.

Baca Juga: Pesawat Boeing Jeju Air Jatuh di Korea Selatan, 85 Orang Tewas

Sejauh ini, analis penerbangan dan pemerintah Korea Selatan masih menunggu penyelidikan kotak hitam untuk memastikan penyebab kecelakaan.

Namun, para pengamat dan otoritas berwenang sejauh ini menduga kecelakaan Jeju Air terjadi imbas bird strike atau tabrakan burung, dan diperparah dengan cuaca buruk saat insiden terjadi.

Pemadam kebakaran Korsel menyatakan cuaca buruk dan tabrakan burung mampu memicu kerusakan mesin pesawat saat terbang. Namun, penjelasan rinci bakal diumumkan setelah investigasi gabungan selesai.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korsel juga merilis pernyataan terkait kronologi di landasan pacu. Menara pengawas sempat memberi peringatan tabrakan burung kepada pilot.

Peringatan itu membuat pesawat tersebut sempat mencoba mendarat lagi di landasan. Namun, upaya itu tidak berhasil, pesawat justru mendarat tanpa roda pendaratan.

Baca Juga: ‘Kaum Rebahan’ dan Fans KPop Korsel Ikut Turun ke Jalan Tuntut Presidennya Mundur

Pesawat kemudian hilang kendali dan keluar dari landasan pendaratan, lalu menabrak pagar, dan meledak hingga memicu kepulan api.

Bird strike merupakan insiden yang terjadi ketika pesawat sedang terbang dan menabrak burung. Menurut Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), bird strike bisa membuat jet atau mesin kehilangan daya saat terbang jika burung tersedot ke dalam saluran udara pesawat.

Konsultan penerbangan Philip Butterworth-Hayes mengatakan kepada AFP jika bird strike benar-benar menjadi penyebab utama pesawat jeju Air jatuh, tabrakan itu mengenai titik vital pesawat.

“Butuh rangkaian peristiwa yang benar-benar katastropik untuk menyebabkan kehilangan nyawa sebesar ini. Sistem perlindungan dalam pesawat sangat tangguh,” ujar sambil menggambarkan kecelakaan Jeju Air sebagai insiden penerbangan paling serius yang pernah ia lihat dalam beberapa tahun terakhir.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy