Tim SAR Kembali Temukan 1 Korban Pesawat ATR

Serpihan badan pesawat ATR
Serpihan badan pesawat ATR yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulsel. Foto: Basarnas Makassar

Makassar – Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban pesawat ATR 42-500 jatuh di puncak Gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Basarnas Muh Syafii menyebutkan korban yang ditemukan berjenis kelamin perempuan. Dengan demikian, sudah ada dua korban yang telah ditemukan.

“Hari ini satu korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.20 WITA,” ujar Kepala Basarnas Muh Syafii di kantor Basarnas Makassar, Senin, 19 Desember 2026, dilansir CNN Indonesia.

Korban ditemukan di kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Namun, Syafii mengaku belum mengetahui pasti identitas dari korban.

Baca juga: Pendaki Gunung Bulusaraung Nyaris Terkena Serpihan Ledakan Pesawat ATR 42-500

“Mungkin persisnya dari DVI. Saya ingin sampaikan lokasi kejadian berada di tebing yang sangat terjal dan curam. Begitu juga kedalaman korban yang diperkirakan di kedalaman 500 meter dari puncak,” jelasnya.

Hingga kemarin, kata Syafii, tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi korban. Namun, masih terkendala cuaca dan medan yang ekstrim.

Roda pesawat ATR
Roda pesawat ATR. Foto: Basarnas Makassar

Selain korban, hingga hari ketiga operasi, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban serta bagian dari pesawat di area pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian.

Baca juga: Ini Fakta-Fakta Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, mulai dari dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik. Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pelampung dan fire signal, di sekitar bagian kepala pesawat,” ujar Arif dikutip dari Laman Facebook Basarnas Makassar.

Seluruh barang dan bagian pesawat yang ditemukan, kata dia, telah diamankan, didata, dan ditandai titik koordinatnya sesuai prosedur. Temuan ini menurutnya menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian serta menentukan langkah lanjutan dalam proses evakuasi.

“Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur.”

Sebelumnya, Tim SAR gabungan menemukan puing pesawat ATR 42-500 di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu pagi, 18 Januari 2026. Lokasi penemuan berada di lereng selatan puncak, dengan posisi badan pesawat di sebelah utara  puncak Bulusaraung.

Sebelumnya, pesawat milik Indonesia Air Transport itu dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1). Total 10 orang yang mengikuti penerbangan pesawat ATR itu, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy