Banda Aceh — Dinas Kesehatan Aceh menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Tahap IV untuk memperkuat layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana, Senin, 22 Desember 2025.
Tim tahap IV itu akan bertugas hingga 25 Desember 2025. Mereka disebar ke sembilan kabupaten kota, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Lhokseumawe, Nagan Raya, dan Bener Meriah.
Sebanyak 34 tim diberangkatkan pada tahap ini, bertambah satu tim dibandingkan pekan sebelumnya, menyusul penambahan personel yang akan bertugas di wilayah perbatasan Bener Meriah.
Tim tersebut terdiri dari unsur dokter, perawat, bidan, apoteker, serta tenaga kesehatan dari berbagai subklaster penanggulangan bencana.
Keberangkatan Tim EMT Tahap IV juga bertujuan untuk menggantikan Tim EMT terpadu tahap III yang telah bertugas selama lima hari sebelumnya. Selain memberikan pelayanan kesehatan langsung, tim ini turut mempersiapkan masa transisi layanan kesehatan, yang selanjutnya akan diambil alih oleh dinas kesehatan kabupaten kota setempat.
Perwakilan Dinas Kesehatan Aceh Dokter Rais Husni Mubarrak berharap keberadaan EMT Tahap IV dapat memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus memastikan keberlanjutan layanan kesehatan di daerah terdampak.
Sebelumnya, EMT Dinas Kesehatan Aceh bersama Health Emergency Operation Center Aceh Utara melaksanakan pelayanan kesehatan terpadu di beberapa kecamatan di kabupaten tersebut sejak Sabtu, 20 Desember 2025.
Pelayanan kesehatan dilakukan secara mobile dan terkoordinasi, meliputi pemeriksaan medis dasar, pemberian dan distribusi obat obatan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat terdampak.
Selain melakukan pengobatan, tim terpadu juga memeriksa kondisi sanitasi di lokasi kegiatan, serta mengedukasi masyarakat untuk selalu ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, seperti menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat di daerah terpencil dan terdampak berat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujar Dokter Edrin, koordinator tim terpadu, dikutip dari Laman Dinkes Aceh.
Selama tiga hari pelayanan, EMT mencatat lebih dari 2.000 pasien telah mendapatkan layanan kesehatan. Penyakit yang paling banyak ditangani didominasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Dyspepsia, Hipertensi, Rematoid, Asma, dan Dermatitis.
Tim EMT bergerak dengan dukungan penuh logistik kesehatan serta koordinasi dari HEOC Kabupaten Aceh Utara untuk memastikan seluruh pelayanan berjalan lancar dan sesuai dengan prioritas kebutuhan warga di lapangan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy