Aceh Utara – Cahaya lampu di halaman pertokoan Keude Simpang Peut, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, tampak lebih terang dari biasanya pada Selasa malam, 24 Maret 2026. Seribuan warga berkumpul, menyimak dengan khidmat setiap lantunan ayat suci yang menggema, menandai dibukanya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam rangka Haul ke-7 Ikatan Santri Simpang Keuramat (Iskat).
Bagi para santri yang tergabung dalam Iskat, acara ini bukan sekadar perlombaan. Ini adalah panggung pembuktian sekaligus wujud pengabdian mereka kepada masyarakat setelah sekian lama menimba ilmu di dayah atau pesantren.
Dari Safari Ramadan hingga Panggung Musabaqah
Perjalanan menuju malam puncak ini terbilang luar biasa. Sejak awal Ramadan 1447 H, para santri Iskat telah bergerak secara terstruktur, menyambangi 15 titik meunasah dan masjid di seluruh penjuru kecamatan. Dalam Safari Ramadan tersebut, mereka tak hanya mengajak masyarakat memperkuat ibadah, tapi juga mengetuk pintu hati para dermawan.
Hasilnya nyata. Dengan semangat gotong royong, donasi pun terkumpul. Adapun total kebutuhan dana kegiatan tersebut sebesar Rp36.650.000.
Donasi mengalir dari hasil galang dana mandiri, dukungan Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Teungku Keuramat, Partai Aceh, para Geuchik, hingga tokoh masyarakat yang peduli pada syiar Islam.
“Ini adalah wadah bagi santri untuk belajar bermasyarakat. Ilmu yang didapat di dayah, diaplikasikan langsung di sini,” ungkap Teungku Muhammad Ilham, Ketua Panitia Musabaqah. Ia meminta dukungan dan sumbangsih pikiran dari segenap tokoh Simpang Keuramat.
Lahirnya Generasi Gemilang
Kapolsek Simpang Keuramat, Iptu M. Nazir, yang membuka acara secara resmi, memberikan pesan menyentuh. Ia mengingatkan bahwa tokoh-tokoh hebat di tingkat internasional lahir dari ketekunan sejak usia dini.
“Kenapa putra-putri Indonesia sering menjuarai MTQ internasional? Karena dipersiapkan generasi sedari kecil melalui kegiatan seperti ini. Teruslah asah kemampuan kalian,” ujar M. Nazir memotivasi para peserta.
Senada dengan itu, Ketua Forum Geuchik Simpang Keuramat, Basyarullah, menekankan bahwa mengaji di balai pengajian adalah fondasi wajib bagi anak-anak agar menjadi generasi gemilang.
Lima Cabang, Satu Tujuan
Hingga Sabtu (28/3) mendatang, suasana Simpang Keuramat akan terus riuh dengan kompetisi yang sehat. Lima cabang diperlombakan: Tilawatil Qur’an, Cerdas Cermat, Pidato, Azan, dan Qiraatul Kutub. Pesertanya pun beragam, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Malam pembukaan yang dipandu Teungku Muhammad Ikram dan dibuka dengan lantunan Al-Qur’an oleh Teungku Ziaulhak itu diakhiri dengan doa syahdu yang dipimpin oleh Waled Saifullah.
Sesaat setelah seremoni usai, panggung langsung memanas dengan penampilan perdana dari cabang lomba Azan dan Pidato.
Melalui Haul ke-7 Iskat ini, masyarakat Simpang Keuramat kembali diingatkan bahwa di tangan para santri yang tekun inilah, masa depan akhlak bangsa dititipkan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy