Banda Aceh – Selain pada PT PGE dan PT Patna, PT Pembangunan Aceh atau Pema (Perseroda) telah menanamkan modal di sejumlah anak usaha hingga perusahaan kerja sama operasi (KSO).
PT Pema menyertakan modal sebagai investasi senilai total Rp10,633 miliar per 31 Desember 2024, sedikit meningkat dibandingkan tahun 2023 Rp9,811 M lebih.
Data penyertaan modal disajikan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan PT Pema Tahun 2024. Laporan keuangan Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) itu dicantumkan dalam LHP Atas Laporan Keuangan Pemerintah Aceh (LKPA) Tahun Anggaran 2024, diterbitkan BPK Perwakilan Aceh pada 21 Mei 2025.
Baca juga: Dividen untuk Pemerintah Aceh Rp26,7 Miliar, Berapa Laba Bersih PT Pema?
Berikut rincian penyertaan modal PT Pema per 31 Desember 2024 (dengan angka perbandingan tahun 2023), dilihat Line1.News, Jumat, 4 Juli 2025:
—- PT Sarana Aceh Ventura Rp24,2 juta (tahun 2023 nilainya sama dengan 2024, yang artinya tidak ada penambahan atau pengurangan);
— PT Patriot Nusantara Aceh (Patna) Rp5,963 miliar (2023 sama);
— PT Geothermal Energi Seulawah Rp25 juta (2023 sama);
— PT Pema Jannata Servis Rp36,4 juta (2023 sama);
— PT Pema Petrogas Lhokseumawe Rp162,5 juta (2023 sama);
— PT Pema Petrogas Malaka Rp22,5 juta (2023 sama);
— PT Pema Global Energi (PGE) Rp12,75 juta (2023 sama);
— PT Kawasan Industri Aceh Rp24,75 juta (2023 sama);
— PT Aceh Energy Rp200 juta (2023 sama);
— PT Pema Aceh Carbon Rp2 miliar (sama);
— Pema LAMI KSO Rp- (nihil) (2023 Rp1,1 miliar);
— Pema JRG KSO Rp1,1 miliar (2023 Rp200 juta);
— Pema Telco KSO Rp- (2023 Rp40,32 juta);
— PT Pema Global Servis Rp1 miliar lebih (2023 nihil).

[Tangkapan layar Catatan Atas Laporan Keuangan PT Pema Tahun 2024 mengenai rincian penyertaan modal. Laporan keuangan itu tercantum dalam LHP Atas LKPA TA 2024, yang diterbitkan BPK Perwakilan Aceh pada 21 Mei 2025. Foto: Line1.News]
Keterangan Tentang Penyertaan Modal
Penelusuran Line1.News, penjelasan lebih detail terkait penyertaan modal pada sejumlah perusahaan itu, tertera dalam Laporan Keuangan PT Pema per 31 Desember 2023 dan 2022 (Unaudited). Laporan keuangan itu dituangkan pada LHP Atas LKPA TA 2023, diterbitkan BPK Perwakilan Aceh pada 22 Mei 2024.
Dalam Catatan Atas Laporan Keuangan PT Pema Tahun 2023, terkait penyertaan modal pada PT Sarana Aceh Ventura Rp24,2 juta, disebutkan, “Penyertaan modal yang dilakukan pada masa PDPA pada PT Sarana Aceh Ventura merupakan setoran modal Pema pada anak usaha Pema yang bergerak di bidang permodalan”.
PDPA adalah Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh—Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yang kemudian diubah bentuk hukumnya menjadi PT Pema (Perseroda).
Baca juga: Modal PT Pema pada PT Patna Rp5,9 Miliar, Segini Investasi Revitalisasi Tangki Kondesat
Penyertaan modal pada PT Patna Rp5,963 M juga dilakukan pada masa PDPA sebagai setoran modal Pema pada anak usaha yang bergerak di bidang pengelolaan kawasan industri. Dalam hal ini PT Pema bekerja sama dengan PT PIM.
Penyertaan modal pada PT Geothermal Energi Seulawah Rp25 juta dilakukan pula pada masa PDPA merupakan setoran modal Pema pada anak usaha yang bergerak di bidang EBTKE (Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, red).
Penyertaan modal pada PT Pema Jannata Servis Rp36,4 juta merupakan setoran modal pada anak usaha Pema yang bergerak di bidang outsourcing dan jasa lainnya. Dalam hal ini PT Pema bekerja sama dengan PT Jannata Group Indonesia.
Penyertaan modal pada PT Pema Petrogas Lhokseumawe Rp162,5 juta ialah setoran modal pada anak usaha Pema yang bergerak di bidang penerima dan pengelola Participating Interest (PI) 10% pada WK (Wilayah Kerja) Lhokseumawe.
Penyertaan modal pada PT Pema Petrogas Malaka Rp22,5 juta merupakan setoran modal pada anak usaha Pema yang bergerak di bidang penerima dan pengelola PI 10% pada WK NSO [North Sumatra Offshore, blok migas di lepas pantai (offshore) Selat Malaka, Aceh, red].
Baca juga: Saham PT Pema pada PT PGE Rp12,7 Juta, Berapa Juta Dolar Pinjaman dari Perusahaan Grup Bakrie?
Mengenai penyertaan modal pada PT PGE Rp12,75 juta, dalam Catatan Atas Laporan Keuangan PT Pema Tahun 2023 disebutkan, “Penyertaan modal pada PT Pema Global Energi per 31 Desember 2022 dengan saham sebesar 48% kepada PT EMP Energi Aceh”.
PT EMP Energi Aceh (EEA) adalah anak usaha PT Energi Mega Persada Tbk, perusahaan bagian dari Grup Bakrie.
Penyertaan modal pada PT Kawasan Industri Aceh Rp24,75 juta adalah setoran modal pada anak usaha Pema yang bergerak di bidang kawasan industri, (dengan) saham 100% [milik Pemerintah Aceh, yaitu Kawasan Industri Aceh (KIA) di Ladong, Aceh Besar, red].
Terkait penyertaan modal pada PT Aceh Energy Rp200 juta, disebutkan merupakan “hibah saham yang diberikan kepada PT Pema sebesar 20% porsi saham”.
Dilihat Line1.News dalam Laporan Tahunan 2024 PT Energi Mega Persada EMP Tbk, disebutkan PT Aceh Energy (AE) sedang melakukan eksplorasi di Blok Bireuen Sigli. Saham AE dimiliki oleh PT Tunas Harapan Perkasa—anak usaha PT EMP—sebesar 64%, PT Pema 20%, dan PT Khazanah Inti Petroleum 16%.
Penyertaan modal pada PT Pema Aceh Carbon Rp2 miliar, dalam Catatan Atas Laporan Keuangan PT Pema Tahun 2023, disebutkan merupakan setoran modal pada usaha Pema “dengan kepemilikan saham 20% sesuai dengan perjanjian usaha patungan antara Carbon Aceh PTE LTD”.
Penyertaan modal pada Pema LAMI KSO merupakan setoran modal Pema pada kerja sama operasi (KSO) antara Pema dengan PT Laot Aceh Marina Indonesia (LAMI), di mana Pema sebagai penyedia modal utama. KSO ini bergerak di bidang kerja sama penyediaan, pengolahan, penyimpanan, dan penjualan ikan dengan nominal penyertaan modal sebesar Rp1,1 miliar.
Adapun penyertaan modal pada Pema LAMI KSO yang sebenarnya adalah Rp1,5 miliar, namun karena keterbatasan pada pos RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, red) yang telah ditetapkan maka atas tambahan penyertaan modal Rp400 juta dibukukan pada pos pengembangan pra-investasi.
Penyertaan modal pada Pema JRG KSO tahun 2023 Rp200 juta merupakan setoran modal pada KSO antara Pema dengan Koperasi Produsen Jingki Roda Gayo (koperasi produsen kopi Arabika Gayo di Bener Meriah, red), di mana Pema sebagai penyedia modal utama.
KSO ini bergerak di bidang kerja sama penyediaan dan penyimpanan buah kopi, pengolahan buah kopi menjadi biji kopi green bean grade A. Penyertaan modal pada Pema JRG KSO sebenarnya Rp300 juta, namun karena keterbatasan pada pos RKAP yang telah ditetapkan maka atas tambahan penyertaan Rp100 juta dibukukan pada pos pengembangan pra-investasi.
Adapun penyertaan modal pada Pema Telco-KSO tahun 2023 Rp40,32 juta merupakan maintenance tower dan fiber optic.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy