Banda Aceh – PT Pembangunan Aceh atau Pema (Perseroda) menyerahkan dividen tahun buku 2024 senilai Rp26.706.831.364 (Rp26,7 miliar) untuk Pemerintah Aceh. Penyerahan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Pema, Mawardi Nur, kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, di Kantor Gubernur Aceh, Senin, 30 Juni 2025.
Mualem mengingatkan PT Pema terus meningkatkan kinerja, sehingga visi misi perusahaan perseroan daerah (perseroda) milik Pemerintah Aceh itu bisa terwujud. “Dengan demikian, dividen yang diterima Pemerintah Aceh dapat terus meningkat setiap tahunnya,” kata Mualem.
Baca juga: Terima Dividen Rp26,7 Miliar dari PT Pema, Ini Kata Mualem
Lantas, berapa laba bersih PT Pema tahun 2024?
Dilihat Line1.News, Jumat, 4 Juli 2025, dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Atas Laporan Keuangan Pemerintah Aceh (LKPA) Tahun Anggaran 2024, yang diterbitkan BPK Perwakilan Aceh pada 21 Mei 2025, tercantum Laporan Keuangan PT Pema Tahun 2024 dan Laporan Auditor Independen.
Data dalam Laporan Laba Rugi PT Pema untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 (dengan angka perbandingan tahun 2023), laba bersih Rp53.413.662.728 (Rp53,41 miliar). Adapun laba bersih tahun 2023 Rp53,37 miliar lebih.
Pada Catatan Atas Laporan Keuangan PT Pema per 31 Desember 2024 (dengan angka perbandingan tahun 2023), disebutkan dividen PT Pema merupakan pembagian keuntungan kepada Pemerintah Aceh, Corporate Social Responsibility (CSR), dan kepada direksi/komisaris/karyawan sesuai dengan hasil keputusan rapat pemegang saham.
Rinciannya:
— Dividen (diserahkan untuk, red) Pemerintah Aceh tahun 2024 Rp26.685.405.472 [tahun 2023 Rp24.302.177.316];
— Dividen CSR Rp3.202.248.657 [2023 Rp1.458.130.639];
— Dividen Tantiem Rp3.202.248.657 [2023 Rp5.163.755.611];
— Dividen Jasa Produksi Rp7.738.767.587 [2023 Rp5.163.755.611].
Total dividen PT Pema tahun 2024 Rp40.828.670.372, dan 2023 Rp36.087.819.177.

[Tangkapan layar LHP BPK Perwakilan Aceh Atas LKPA TA 2024 terkait Catatan Atas Laporan Keuangan PT Pema per 31 Desember 2024, yang memuat rincian dividen tahun 2024 dan 2023. Foto: Line1.News]
Dalam LHP BPK Atas LKPA TA 2024 disebutkan pada TA 2024 Pemerintah Aceh menerima setoran dividen Rp26.685.405.472 (untuk tahun buku 2023, red), meningkat jika dibandingkan dividen TA 2023 Rp24.302.177.316 (tahun buku 2022, red).
Terkait investasi, menurut data dalam LHP itu, nilai investasi awal 2024/nilai terakhir di neraca 31 Desember 2023 PT Pema Rp70.962.110.593. Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT Pema Tahun 2024: Pembagian dividen Rp26.685.405.472, koreksi tambah -pengakuan laba tahun 2023 Rp53.370.810.944, pengumuman – laba/rugi PT Pema tahun 2024 Rp53.413.662.728. Sehingga nilai investasi akhir PT Pema (tahun 2024) Rp151.061.178.793.
Diserahkan pada HUT ke-4
Pemerintah Aceh melalui laman resminya pada 6 April 2023 merilis, memperingati Hari Ulang Tahun ke-4, PT Pema menyerahkan dividen tahun buku 2022 kepada Pemerintah Aceh Rp24.302.177.316.
Penyerahan dividen itu oleh Direktur PT Pema, Ali Mulyagusdin, kepada Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar AP atas nama Gubernur Aceh, di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu, 5 April 2023.
Dividen tahun buku 2021
Adapun dividen tahun buku 2021 diserahkan PT Pema kepada Pemerintah Aceh senilai Rp21,659 miliar. Penyerahan dividen itu oleh Direktur PT Pema, Zubir Sahim, kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, disaksikan Ketua DPRA, Saiful Bahri, di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh, Senin, 13 Juni 2022.
“PT Pema yang baru berdiri selama tiga tahun, berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp52,065 miliar dan memperoleh laba bersih sebesar Rp43,133 miliar, di tahun 2021,” bunyi keterangan dirilis di laman Pemerintah Aceh pada Senin, 13 Juni 2022.
Sementara itu, pada 15 Juni 2023, pihak PT Pema Global Energi (PGE), anak perusahaan PT Pema, kepada para jurnalis menyampaikan PT PGE sudah menyerahkan dividen kepada Pemerintah Aceh selaku owner plus Pemegang Saham Pengendali (PSP) senilai Rp21,6 miliar pada 13 Juni 2022 (dividen tahun buku 2021, red), dan Rp24,3 milliar pada 5 April 2023 (tahun buku 2022).
Jumlah yang disebutkan PT PGE itu persis sama dengan dividen yang diserahkan PT Pema kepada Pemerintah Aceh pada dua tahun tersebut.
Line1.News pada Jumat, 4 Juli 2025, mengirim sejumlah pertanyaan kepada Dirut PT Pema, Mawardi Nur, via pesan singkat. Salah satunya, berapa jumlah keuntungan keuangan (bagian laba usaha) yang diterima PT Pema dari PT PGE tahun 2024 dan 2023? Namun, sampai Sabtu sore, 5 Juli 2025, Mawardi Nur belum merespons.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy