Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melantik dan mengambil sumpah Jalaluddin sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif, di Balai Kota setempat, Selasa, 19 Agustus 2025.
Pelantikan itu sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor Peg. 821.22/60/2025 tentang Penetapan Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, tertanggal 14 Agustus 2025.
“Saya atas nama pemerintah kota menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian beliau selama menjadi Penjabat Sekda, dan kini dilanjutkan dengan tanggung jawab penuh sebagai Sekda definitif,” kata Illiza.
Menurutnya, sekda bukan hanya motor birokrasi, tetapi juga penentu tertib administrasi pemerintahan, pengawal kinerja pegawai, dan penopang arah pembangunan kota.
“Sekda adalah figur yang memastikan seluruh perangkat daerah bekerja dengan disiplin, tepat waktu, dan dengan etos kerja yang tinggi,” tutur Illiza.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyoroti salah satu isu aktual mengenai disiplin aparatur dan kualitas pelayanan publik.
“Saya menekankan sekda harus memastikan sistem administrasi berjalan tertib, disiplin pegawai ditegakkan, budaya kerja diperbaiki, dan setiap ASN mampu melahirkan inovasi dalam tugas,” ujarnya.
Dia mengatakan visi Banda Aceh Kota Kolaborasi hanya bisa diwujudkan bila seluruh jajaran pemerintah kota bekerja dengan semangat kebersamaan, akuntabilitas, dan profesionalisme.
Untuk itu, ada beberapa agenda strategis yang dititipkan Illiza kepada sekda. Di antaranya, soal disiplin ASN dan etos kerja serta sistem administrasi pemerintahan.
“Termasuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi, baik internal maupun dengan Pemerintah Aceh, Pemerintah Pusat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil,” katanya.
Oleh karena itu, bekas Anggota DPR RI ini mengajak seluruh jajaran Pemko Banda Aceh untuk memberikan dukungan penuh kepada sekda yang baru.
“Ingatlah, tidak ada keberhasilan tanpa disiplin, kerja keras, dan kolaborasi. Dengan semangat kolaborasi, insya Allah, Banda Aceh akan semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, dan pemerintahan semakin dipercaya publik,” ucapnya.
Jalaluddin yang merupakan birokrat kelahiran Pidie Jaya, 6 Juni 1969, ini sempat menjadi pelaksana tugas dan penjabat sekda sejak akhir April lalu.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy