Bandung – Sejak menjabat Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025, Dedi Mulyadi mengeluarkan sejumlah kebijakan yang menuai kontroversi di masyarakat.
Salah satu rencana kebijakan aneh terbaru dari Dedi tentang syarat vasektomi untuk penerima bantuan sosial atau bansos.
Rencana itu ia ungkapkan usai rapat koordinasi di Gedung Balai Kota Depok pada Selasa, 29 April 2025.
Eks Bupati Purwakarta itu menyampaikan agar vasektomi atau Keluarga Berencana (KB) pria menjadi syarat untuk menerima bansos masyarakat prasejahtera di wilayahnya.
Dedi bahkan mengusulkan warga yang bersedia vasektomi akan diberi insentif Rp500 ribu. Dia menyebutkan orang sering meminta tolong kepadanya untuk membantu biaya kelahiran yang angkanya mencapai Rp25 juta.
“Lahiran itu enggak tanggung-tanggung loh Rp25 juta, 15 juta karena rata-rata caesar dan itu rata-rata anak keempat, anak kelima,” ujarnya seperti dilansir dari Tempo, Jumat, 2 Mei 2025.
Dedi menuturkan, dari sisi tanggung jawab, ketika seseorang menikah, maka dia harus bertanggung jawab atas kehamilan, kelahiran, dan pendidikan anak-anaknya.
“Nah, kalau orang tidak punya kemampuan untuk membiayai kelahiran, membiayai kehamilan, membiayai pendidikan, ya jangan dulu ingin menjadi orang tua dong,” ucapnya.
Karena itu, agar kelahirannya diatur dan angka kemiskinan turun, dia ingin vasektomi menjadi syarat bagi penerima bansos.
“Karena hari ini kan yang cenderung anaknya banyak tuh cenderung miskin,” tuturnya.
Dedi ingin agar para penerima bansos untuk biaya kelahiran, rumah sakit, listrik, bantuan pangan nontunai, perumahan, beasiswa untuk anak dan lainnya, ada syarat KB pria.
Dia berharap suami atau ayah yang ber-KB sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri dan keluarganya.
Vasektomi merupakan prosedur kontrasepsi permanen yang dilakukan pada pria untuk mencegah kehamilan dengan memotong dan mengikat saluran sperma dengan tidak mempengaruhi produksi hormon testosteron, libido, atau kemampuan ereksi.
Meski demikian, para laki-laki masih bisa mencapai orgasme dan ejakulasi meski tanpa sperma.
Gubernur ‘Konten’
Dedi sendiri beberapa waktu lalu juga dicap sebagai ‘gubernur konten’. Sentilan ini datang dari Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat rapat dengan Komisi II di Kompleks Parlemen, Jakarta, 29 April 2025.
Peristiwa itu terjadi setelah Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mempersilakan Rudy memaparkan materinya terkait daerahnya.
Rudy kemudian menyampaikan salam kepada Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan pejabat eselon I Kemendagri serta para kepala daerah.
Kemudian, Rudy secara khusus memberi salam kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Terima kasih banyak Bu Wamen dan seluruh gubernur yang hadir hari ini. Kang Dedi, gubernur konten. Mantap nih Kang Dedi. Dan seluruh pejabat eselon I Kemendagri yang hadir, bupati, wali kota via Zoom,” ujar Rudy sembari tersenyum.
Sentilan itu kemudian “dibalas” Dedi saat gilirannya memaparkan kondisi Jawa Barat.
“Alhamdulillah dari konten yang saya miliki itu bisa menurunkan belanja rutin iklan. Biasanya iklan di Pemprov Jabar kerja sama medianya Rp50 miliar. Sekarang cukup Rp3 miliar tetapi viral terus,” ujar Dedi disambut tepuk tangan.
Dedi memang kerap kali membuat konten di YouTube maupun media sosial Instagram-nya ihwal urusan di Jawa Barat.
Keaktifan Dedi menggunakan platform media sosial juga terlihat dengan tingginya jumlah pengikut Dedi di Instagram @dedimulyadi71 dan Youtube @kangdedimulyadichannel.
Di Instagram, jumlah pengikut Dedi mencapai angka 3 juta dengan total 6.693 unggahan. Sementara di Youtube jumlah pelanggan atau subscriber Dedi mencapai 7 juta dengan sekitar 4 ribu video yang diunggah.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy