Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Azhari, memaparkan progres persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Hal itu disampaikan Azhari dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 29 April 2025.
“Alhamdulillah, hingga saat ini persiapan haji telah mencapai 98 persen. Kegiatan manasik haji telah dilakukan di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan,” ucap Azhari.
Azhari menyampaikan persiapan di Embarkasi Aceh hampir rampung, baik dari aspek pembinaan, pelayanan, asrama haji maupun konsumsi jemaah.
“Pelatihan petugas Kloter juga telah dilaksanakan. Selain itu, proses administrasi seperti pengurusan visa dan kesiapan asrama haji juga hampir selesai,” katanya.
Dia menuturkan Aceh mendapat kuota sebanyak 4.378 jemaah. Hingga 25 April 2025, sebanyak 4.484 jemaah telah melunasi biaya haji, termasuk pengisian kembali kursi kosong (open seat) pada Kloter 03 dan 04 akibat pengunduran diri jemaah sebelumnya.
“Jumlah pelunasan BPIH di Aceh sudah melebihi kuota, yakni di atas 100 persen,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, kata dia, terdapat 1.744 jemaah laki-laki dan 2.740 jemaah perempuan. Selain itu, terdapat 219 jemaah lanjut usia (lansia) dan 16 jemaah penyandang disabilitas.
Selain itu, Gubernur Aceh juga telah melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, yang kini siap menjalankan tugasnya.
“Alhamdulillah, progres persiapan di Aceh berjalan baik. Kami juga akan segera melakukan evaluasi terhadap berbagai kesiapan lainnya,” ujarnya.
Jangan Delay
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mengapresiasi progres persiapan penyelenggara ibadah haji yang disampaikan oleh Kanwil Kemenag Aceh. Namun, dia mengingatkan agar memperhatikan keterbatasan embarkasi.
Dia juga mengimbau maskapai Garuda Indonesia untuk menghindari keterlambatan (delay) penerbangan, karena keterbatasan yang ada di embarkasi akan menyulitkan penempatan jemaah.
“Aceh dan Saudi itu dekat, saya kira tidak perlu ada keterlambatan (penerbangan),” kata Abdul Wachid.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy