Banda Aceh, Line1News – Pemerintah Aceh menerima sertifikat tanah seluas 600 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Lahan tersebut akan diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi mantan kombatan GAM dan korban konflik Aceh.
Penyerahan sertifikat tanah tersebut berlangsung dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 yang digelar di Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026. Sertifikat diterima langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah.
Amanat MoU Helsinki & Kesejahteraan
Fadhlullah mengatakan, pemanfaatan lahan tersebut bagian dari upaya mewujudkan manfaat perdamaian secara nyata bagi masyarakat, khususnya mantan kombatan GAM dan korban konflik, sebagaimana amanat MoU Helsinki.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Fadhlullah juga menyerahkan santunan kepada anak yatim serta sertifikat penghargaan kepada sejumlah pemangku kebijakan yang dinilai turut berperan dalam menjaga dan merawat perdamaian Aceh.
Baca Juga: Juha Christensen: Kepercayaan dan Persatuan Politik Jadi Kunci Memperkuat Perdamaian Aceh
Menurutnya, berbagai langkah tersebut harus menjadi bagian dari upaya menerjemahkan perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun ke dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk itu, mari kita rawat perdamaian dengan kerja nyata, saling menghormati, dan saling mempercayai. Mari kita jadikan Aceh sebagai daerah yang damai, maju, islami, dan bermartabat,” kata Fadhlullah.
Dia berharap keberadaan lahan seluas 600 hektare tersebut dapat dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi para penerima manfaat.
Tantangan Nyata Setelah 21 Tahun Damai
Selain itu, Fadhlullah juga menyampaikan bahwa tantangan Aceh setelah 21 tahun perdamaian bukan lagi mengakhiri konflik, melainkan memastikan setiap anak Aceh benar-benar merasakan manfaat dari perdamaian.
“Tantangan kita hari ini bukan lagi mengakhiri konflik, tetapi memastikan setiap anak Aceh merasakan menfaat perdamaian melalui lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Peringatan HDA ke-21 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menjaga perdamaian Aceh sekaligus memastikan hasil perdamaian dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
“Mari kita rawat perdamaian dengan kerja nyata, saling memerhatikan, dan saling mempercayai. Mari kita jadikan Aceh sebagai daerah damai, maju, islami, dan bermartabat,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy