Banda Aceh, Line1News – Jumlah penduduk miskin di Aceh mengalami peningkatan pada periode Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat persentase warga miskin naik menjadi 12,34 persen, atau bertambah sekitar 10,4 ribu orang dibandingkan data September 2025.
Dengan kenaikan sebesar 0,12 persen poin tersebut, total penduduk miskin di Aceh kini mendekati angka 714 ribu orang.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, Rabu, 5 Agustus 2026, menyampaikan bahwa pengukuran data kemiskinan tersebut bersumber dari Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas). Pendataan ini dilakukan pada Februari 2026, saat Aceh baru saja terdampak becana banjir dan tanah longsor, akhir tahun 2025.
Bencana Alam Jadi Pemicu Utama
Agus menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Aceh berdampak signifikan terhadap sektor utama perekonomian warga.
* Sektor Pertanian Terpukul: Banjir dan longsor merusak lahan, memicu penurunan hasil panen padi, tanaman hortikultura, hingga komoditas perkebunan.
* Sektor Lain Melambat: Selain pertanian, perlambatan ekonomi juga terjadi di sektor real estat, administrasi pemerintahan, jasa pendidikan, serta kesehatan.
Garis Kemiskinan Naik: Makanan Jadi Beban Terbesar
BPS mengategorikan warga miskin sebagai penduduk dengan pengeluaran per kapita di bawah Garis Kemiskinan (GK).
Pada Maret 2026, batas Garis Kemiskinan di Aceh ditetapkan sebesar Rp742.464 per orang/bulan (naik 3,83 persen dibanding September 2025).
– Porsi Pengeluaran Makanan: 76,86 persen (mengalami kenaikan porsi dibanding periode sebelumnya).
– Porsi Pengeluaran Non-Makanan: 23,14 persen.
Tinggi dominasi komoditas makanan ini menunjukkan bahwa gejolak harga pangan mendesak kebutuhan pokok masyarakat secara mendasar.
Tantangan Kebijakan Pemerintah
Agus mengimbau agar pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penurunan jumlah angka kemiskinan secara nominal, tetapi juga menangani tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.
“Selain harus mampu mengurangi jumlah penduduk miskin, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga harus sekaligus menekan tingkat kedalaman dan keparahannya,” tegas Agus.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy