Kepala BNPB: Penyintas Banjir Aceh Utara Diberikan Opsi Relokasi Mandiri

Kepala BNPB Suharyanto
Kepala BNPB Suharyanto berdiskusi dengan pengungsi di Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Selasa, 23 Desember 2025. Foto: Istimewa

Lhoksukon – Penyintas banjir di Aceh Utara diberikan opsi memilih relokasi mandiri asalkan bisa menunjukkan tanah untuk pembangunan huniannya.

Hal itu dikatakan Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan tertulisnya usai meninjau pengungsian di Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Selasa, 23 Desember 2025.

Di sela-sela peninjauan tersebut, Suharyanto berdiskusi dan mendengar aspirasi penyintas banjir. Saat diskusi itu, kata dia, banyak masyarakat terdampak masih kebingungan terhadap relokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Kebanyakan dari korban tidak mau dibangun huntara yang berjarak dengan rumah asal.

“Namun setelah diberikan opsi relokasi mandiri terhadap masyarakat [yang] rumahnya rusak berat mereka sangat bahagia dan senang. Asalkan bisa menunjukkan tanah untuk pembangunan huniannya,” ujarnya dikutip Rabu, 24 Desember 2025.

Baca juga: Catat! Ini Janji Kepala BNPB untuk Pemulihan Aceh Tengah-Bener Meriah

Titik penentuan huntara, kata Suharyanto, ditetapkan langsung pemerintah daerah dan tidak ditunjuk oleh pusat, karena yang mengetahui kondisi wilayah masing-masing adalah masyarakat.

“Pokoknya, di manapun masyarakat ingin membangun huntap dan huntara tetap boleh. Artinya dengan penjelasan ini masyarakat yang memang sangat menderita karena belum selesai masalahnya, bisa ada harapan untuk menata hidup mereka lebih baik,” ujarnya.

Baca juga: Ayahwa Lapor ke Menko Polkam: Pengungsi Butuh Huntara, Berharap Dibangun Sebelum Ramadan ‎

Di sisi lain, Suharyanto menyebutkan anggaran penanganan pascabencana tergantung usulan pemerintah daerah.

“Berapapun anggarannya, Pak Presiden Prabowo menyebutkan akan menyiapkan asalkan cukup dan kondisi masyarakat bisa pulih seperti sedia kala,” kata dia.

Sementara terkait kebutuhan sekunder seperti tenda, selimut, makanan siap saji, dan pakaian akan terus diberikan.

Baca juga: Kepala BNPB yang Sebut Bencana Sumatra Mencekam di Medsos Kunjungi Aceh Tengah

“Aceh Utara baru terbuka beberapa hari lalu karena waktu awal bencana lewat udara hanya bisa diakses di Bandara Malikussaleh. Itupun keluar dari Bandara tidak bisa didistribusikan karena masih terendam banjir, lewat laut kapal-kapal tidak bisa menyandar di pelabuhan serta jalan darat terbatas,” ucapnya.

Karena kondisi itu, sambung dia, BNPB lebih dulu memprioritaskan pendistribusian makanan, setelah laut dan darat terbuka baru kebutuhan sekunder, tenda, matras, selimut, makanan, dan sebagainya.

“Luas wilayah juga menjadi salah satu kendala tapi, memang karena jarak tidak mudah. Tetapi [dibandingkan] kondisi 26-30 November dan sampai sekarang saya yakin makin baik lagi ke depan.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy