Kepala BNPB yang Sebut Bencana Sumatra Mencekam di Medsos Kunjungi Aceh Tengah

Kepala BNPB dan Bupati Aceh
Kepala BNPB Suharyanto dan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga. Foto: Humas Pemkab Aceh Tengah

Takengon – Kepala BNPB Letjen Suharyanto yang sebelumnya dikecam karena pernyataan “bencana Sumatra hanya mencekam di medsos” tiba di Aceh Tengah dan bertemu Bupati Aceh Tengah Haili Yoga beserta jajaran, Senin, 8 Desember 2025.

Melansir Laman Pemkab Aceh Tengah, Suharyanto secara khusus mengapresiasi upaya maksimal Pemkab Aceh Tengah. Ia menegaskan BNPB hadir karena memahami keterbatasan sumber daya daerah.

“Pemerintah Pusat hadir melalui BNPB untuk menyelesaikan dan menutupi keterbatasan tersebut,” tegasnya, memberikan jaminan bahwa Aceh Tengah tidak berjuang sendirian.

Saat kunjungan Suharyanto, juga digelar rapat terbatas antara jajaran BNPB dan Pemkab. Pembahasan difokuskan pada pemulihan infrastruktur dasar yang harus segera difungsikan kembali demi kepentingan publik.

Baca juga: Profil Suharyanto Kepala BNPB di Wikipedia Diubah

Dua sektor krusial menjadi prioritas penanganan cepat, jaringan listrik dan ketersediaan BBM. Pemulihan kedua sektor ini harus dikebut karena menjadi kunci untuk menggerakkan kembali roda ekonomi dan mendukung operasi logistik di lapangan.

Selain itu, perbaikan akses darat juga menjadi fokus utama. Suharyanto menjamin percepatan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak agar jalur distribusi bantuan dan evakuasi dapat berjalan lancar tanpa hambatan, memulihkan total konektivitas wilayah.

Haili Yoga menyampaikan apresiasi mendalam atas keseriusan tersebut. Dia menegaskan Pemkab Aceh Tengah tidak pernah sekalipun menyerah.

“Namun, kami harus realistis kami tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini sendirian.”

Baca juga: Basarnas: Korban Hilang Dalam Pencarian Terbanyak di Aceh Tengah

Suharyanto sebelumnya dianggap menyepelekan banjir dan longsor di Sumatra.

“Mungkin dari skala korban ya, kemudian juga kesulitan akses, rekan-rekan media bisa bandingkan saja dengan kejadian sekarang ini. Memang kemarin kelihatannya mencekam ya, kan berseliweran di media sosial, nggak bisa bertemu segala macam. Tapi begitu sampai ke sini sekarang rekan media tadi hadir di lokasi dan tidak hujan,” katanya dalam sebuah konferensi pers.

Saat mengunjungi Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut, pada Senin, 1 Desember 2025, Suharyanto meminta maaf soal ucapannya itu. Namun, ucapan maafnya tidak terkait dengan banjir Sumatra secara umum melainkan hanya untuk Tapsel saja. Selain itu, permintaan maaf tidak disampaikan secara terbuka ke publik melainkan hanya kepada Bupati Tapsel Gus Irawan.

“Nah, Tapsel ini saya surprise begitu ya, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati,” kata Suharyanto dikutip dari siaran Kompas TV, Minggu (30/11/2025).[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy